BORNEONEWS, Sukamara - Polres Sukamara mengharapkan masyarakat tidak membakar untuk membuka lahan perkebunan atau pertanian, tetapi dengan menggunakan cara lain yang lebih aman.
Kapolres Sukamara, AKBP Dewa Made Palguna mengatakan bahwa pemerintah sangat mengatensi terhadap hospot atau titik api yang banyak terpantau diaplikasi.
"Termasuk kita juga sangat mengatensi masalah kebakaran ini, karena akan merugikan," kata AKBP Dewa Made Palguna, Selasa, 6 Juni 2023.
Menurut dia, akibat pembakaran yang dilakukan oknum membuat beberapa masyarakat lain ikut dirugikan, karena api merambat kekebun-kebun milik masyarakat yang ada disekitar lokasi kebakaran.
"Di daerah kita banyak kebun-kebun sawit yang produktif, ada beberapa kebakaran yang merembet kekebun sawit, sehingga mengalami kerugian-kerugian akibat dari pembakaran lahan yang tidak terkoordinir, tidak terawasi," ujar Dewa.
--page
"Jadi kami simpulkan bahwa, kami melarang masyarakat untuk melakukan pembakaran-pembakaran yang ada, tetapi gunakan dengan cara yang lain," tambahnya.
Dia berharap, masyarakat Kabupaten Sukamara sadar akan dampak yang ditimbulkan dari membakar, karena memberikan efeknya yang sangat luas bagi masyarakat.
"Apalagi perhatian internasional beberapa tahun silam, Indonesia mengekspor atau menggangu negara lain terhadap kabut asap dari Indonesia. Sehingga pemerintah sudah memberikan warning jauh-jauh hari kepada masyarakat untuk tidak membakar," tukas Dewa Made Palguna. (NORHASANAH/Y)









