MASYARAKAT pra sejahtera di Kabupaten Kotawaringin Timur mulai mengeluhkan mahalnya harga tabung gas elpiji 3 kilogram. Sebab, saat ini harga gas elpiji gratis dari pemerintah itu semakin tidak terkendali karena tidak adanya kejelasan penetapan harga eceran tertinggi (HET). 


“Harga tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) tidak terkendali, ada yang jual Rp19 ribu, Rp20 ribu bahkan ada yang jual sampai Rp22 ribu per tabung 3 kg,” kata Edi, warga Jalan Tidar Raya Kelurahan Baamang barat Kecamatan Baamang Sampit, Minggu (27/3/2016).


Menurutnya, harga tabung gas elpiji 3 kg tersebut tentu memberatkan masyarakat terlebih lagi bagi warga tak mampu dari sisi ekonomi.


Mestinya kata dia, pemerintah turun tangan untuk menertibkan harga eceran tabung gas elpiji, sehingga warga tidak bingung. Harga gas elpiji di masing-masing penjual maupun agen saat ini masih bervariasi karena tidak adanya penetapan dari pemerintah terkait HET.


Data yang dihimpun Borneonews di lapangan diduga penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari sejumlah distributor agen belum ada penetapan  harga jualnya. Sehingga sub agen yang menyediakan isi gas elpiji itu menjualnya pun bervariasi.


Kepala Desa Jaya Kelapa Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Ardiani mengatakan, beberapa sub agen di wilayahnya menjual isi tabung elpiji isi 3 kilogram  yang bersubsidi untuk masyarakat miskin harganya tidak merata.


Bahkan dari sub agen ada yang menjual ditimbang dulu kalau tabung berisi itu beratnya mencapai 8,2 kilogram per tabung. Per tabung di desa itu dijual bervariasi antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu.“Kalau membeli dalam jumlah banyak bisa kurang dari harga itu,” ujarnya.

(FI/B-7)