GELIAT pembangunan di Desa Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, mulai terlihat. Pada sektor fisik, yang bersumber dari APBD dan APBN, dinilai sudah memiliki pengaruh besar dalam peningkatan kualitas infrastruktur. 


Tahun ini, sedikitnya Rp1,5 miliar dana desa digelontorkan, naik dari tahun sebelumnya Rp1,1 miliar. Kendati baru mencairkan dana fisik tahap pertama, namun hasil pekerjaan sudah dapat dilihat. Bahkan, manfaatnya pun sudah mulai dirasakan masyarakat khususnya masyarakat tempatan.  


“Pembangunan fisik dipusatkan pada jalan utama desa serta cor jalan, drainase dan siring,” ujar Kepala Desa Natai Raya, Ian Arifin saat ditemui Borneonews di kediamannya, Minggu (27/3/2016).


Pekerjaan fisik di Desa Natai Raya, kata Ian, dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang melibatkan masyarakat dan perangkat desa. “Dengan adanya dana desa ini, kita juga bisa memperkerjakan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan,” ucapnya.


Masyarakat setempat begitu antusias mengerjakan pembangunan fisik di lingkungannya. Mereka bekerja sangat berhati-hati agar hasil pekerjaannya maksimal, sebab pembangunan yang mereka kerjakan juga manfaatnya untuk mereka.


Pertanian digenjot


Tak hanya pembangunan infrastruktur, pengembangan skill dan pengembangan teknologi pertanian terus digenjot. Melalui kelompok tani (Poktan) yang ada, warga Desa Natai Raya terus diberikan penyuluhan dan belajar berbagai metode pertanian.


“Setiap tiga bulan sekali kami kumpul bareng, tempatnya di rumah anggota Poktan, digilir. Di situ kami diberikan penyuluhan dari Dinas Pertanian.” 

(CR-1/B-7)