BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 723 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur mendapat bantuan pemasangan listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Bantuan itu merupakan kolaborasi dari Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang menyasar kepada masyarakat miskin.
"Semoga Program Bantuan Pasang Baru Listrik ini bermanfaat bagi masyarakat dan secara langsung ikut menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat kabupaten Kotawaringin Timur khususnya Kecamatan Kota Besi," kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati.
Hal itu ia katakan saat meresmikan Program BPBL di Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Sampit, Kalimantan Tengah.
Dia berharap program ini terus terlaksana hingga merata di Kabupaten Kotawaringin Timur hingga ke pelosok. Karena masih banyak masyarakat belum menikmati penerangan listrik.
--page
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah melakukan upaya agar masyarakat secara merata menikmati listrik. Selain mendorong pendanaan dari pusat, pemerintah daerah mendorong peran aktif perusahaan-perusahaan di sekitar desa setempat untuk ikut membantu melalui program coorporate social responsibility (CSR) di bidang ketenaga listrikkan.
"Alhamdulillah walaupun kita tidak punya keterwakilan DPR RI dari kabupaten Kotawaringin sendiri tetapi mereka sangat memperhatikan akan masyarakat di daerah ini," ujar Irawati.
Anggota Komisi VII DPR RI Iwan Kurniawan turut hadir dalam peresmian itu. Dia mengatakan tidak hanya kerja anggota dewan tetapi juga semua pihak bekerja sama dengan kementerian ESDM dalam hal ini Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mempunyai program mewujudkan Indonesia terang benderang dari sabang hingga merauke.
"Kami menyasar kepada rumah penduduk yang miskin, tidak ada kemampuan untuk pasang listrik maka kami beri satu program namanya Program BPBL. Tahap pertama memang 450 VA tetapi tahun ini ada kenaikan 900 VA," kata Iwan.
Dia berharap program ini bermanfaat bagi masyarakat, yang gelap gulita menjadi terang benderang. Sehingga berdampak kepada percepatan pembangunan ekonomi di daerah tersebut.
--page
"Di desa ini 2 rumah yang kami bantu dan secara keseluruhan 723 rumah di Kotim. Ada juga di Seruyan dan daerah lain," demikian Iwan. (DEWI PATMALASARI/H)









