OPERA, perusahaan aplikasi browser populer asal Norwegia mengumum­kan hasil proyek garapannya yang bekerjasama dengan berbagai penggiat konten video Indonesia seperti Salman Aristo (Laskar Pelangi), Gina S Noer (Habibie & Ainun), Ge Pamungkas (Comic 8).


Dalam film yang sudah diunggah dua bulan lalu sudah menghasilkan lebih dari 1 juta views di platform YouTube dan Facebook.


Belum lama ini Opera In­do­nesia menggelar Opera Award di Djakarta Theatre sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan beberapa YouTubers ternama di Indonesia seperti Cameo Project, Dikidi Channel, Sarab TV, GPS (Ga Penting Sih) Channel, dan Susah Tidur yang telah menyalurkan kreativitas me­reka untuk menciptakan alternate ending dari film pendek yang mengangkat romansa anak muda di era teknologi tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Opera juga meluncur­kan­ ending cerita dari Film Arah Kisah Kita versi Opera dan Salman Aristo.


“Dari hasil temuan kami, 50 persen penonton menonton­ film pendek Arah Kisah Kita hingga akhir cerita dengan durasi selama 15 menit. Ini tentunya penemuan yang berbeda dengan kecenderung­an netizen yang selama ini hanya tertarik pada konten video berdurasi di bawah 10 menit. Dengan konten cerita yang relevan Opera mampu mengajak netizen untuk menikmati video ini hingga akhir,” ujar Ivollex Hodiny selaku Growth Director Asia, Opera Software dalam publi­kasinya.


“Semoga konsep serupa dapat kami replikasi di masa mendatang dan menghasil­kan­ lebih banyak lagi karya kolaborasi konten video yang berkualitas,” lanjutnya.


Film pendek Arah Kisah Kita yang sengaja dibuat gantung ini diluncurkan di situs www.micropage.opera.com/arahkisahkita, kanal YouTube Opera dan di media sosial resmi Opera Indonesia pada 3 Februari 2016. (OL/B-6)