UNTUK yang kesekian kalinya kecelakaan tunggal di tanjakan tinggi, tepatnya di gunung kedua setelah jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh, Jalan Nasional sekitar Muara Teweh-Banjarmasin kembali terjadi.
Kali ini menimpa sebuah bus Hayak Tamara Polisi KH 7454 E, yang membawa sembilan penumpang, berjalan mundur hingga menabrak teras rumah warga, Bahatiran, yang ada di pinggir jalan tersebut, Sabtu (26/3/2016).
Bus yang disopiri Arul itu sengaja mundur untuk menghindari tabrakan dengan mobil Avanza di depannya.
“Waktu menaiki tanjakan tinggi ini sudah ada jarak yang cukup jauh dengan mobil Avanza di depan, tapi saat dipertengahan gunung,
Avansa itu berjalan lambat seperti mogok, karena itu saya mengurangi kecepatan agar tidak menabrak, dan ketika ingin mengoper ke gigi rendah, tiba-tiba macet atau tidak bisa hingga posisi gigi menjadi netral,” beber Arul, di lokasi kejadian.
Kemudian, sambung dia, bus yang dikendarai bejalan mundur ke belakang. Dan untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lainnya maka membanting stir mobil hingga ke luar jalur badan jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Penumpang yang tadinya ikut bus dari Muara Teweh ingin menuju ke Banjarmasin dipindahkan ke armada lain, kondisi mereka baik-baik saja dan tidak mengalami luka-luka atau cidera,” katanya.
Menurut Bahtiran, pemilik rumah, kecelakaan lalu-lintas akibat mobil yang berjalan mundur setelah jembatan KH Hasan Basri ini sudah sering terjadi.
(DN/B-5)


