NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamandau melalui Penyelenggara Hindu menggelar kajian Agama Hindu atau Dharma Wacana sebagai bentuk pelayanan masyarakat. Kegiatan itu rutin digelar enam bulan sekali di Pura Jagatnatha, Kelurahan Nanga Bulik.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Lamandau, Dewa Bagus Yudha Bayu Persada menjelaskan, kegiatan itu merupakan tugas dan fungsi bagian Penyelenggara Hindu untuk melaksanakan program pembinaan, bimbingan, penyuluhan, dan kajian Agama Hindu.

“Kegiatan penyuluhan kepada umat Hindu itu mengenai hari suci Saraswati yang jatuh pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung atau setiap 6 bulan sekali,” ujar Bagus di Nanga Bulik, Sabtu, 10 Juni 2023.

Dijelaskan Bagus, pengertian hari suci Saraswati dalam Bahasa Sanskerta bermakna sesuatu yang mengalir, seperti percakapan, sesuluh ataupun petunjuk hidup bagi umat Hindu.

Sementara, lanjut dia, dalam pelaksanaan ritual agama Hindu dibagi menjadi dua, yaitu Brata dan Perayaan. jika perayaan menyangkut tentang pesta, kegembiraan. Tetapi, Saraswati itu kategori Brata.

--page

“Kalau Galungan disebut hari raya, karena pada saat Galungan, kita berpesta dan mengundang teman serta kerabat. Maka saya biasa menyebut Saraswati bukan hari raya, tapi hari suci,” bebernya.

Hari suci Saraswati, imbuh dia, merupakan hari untuk hening sejenak, mawas diri, melakukan brata, seraya memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar dianugerahi ilmu pengetahuan sebagai landasan atau dasar untuk memulai kehidupan yang lebih indah, lebih tertata, lebih disiplin.

“Hari suci Saraswati jatuh pada hari Sabtu, Hari Sabtu merupakan hari terakhir dalam Saptawara. Jelas bahwa hari suci Saraswati untuk melaksanakan Brata,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/H)