SEJUMLAH desa yang berada di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut) diterjang banjir bandang akibat meluapnya sungai Teweh (anak Sungai Barito) setelah intensitas hujan cukup tinggi di kawasan tersebut, sejak Rabu (23/3) lalu.


Menurut Camat Teweh Timur M Taufik, akibat banjir itu ratusan rumah penduduk yang tersebar di delapan desa terendam air dengan ketinggian air mencapai 1-4 meter. 


Banjir terjadi sejak Rabu (23/3) sore sekitar pukul 14.00 Wib hingga Kamis (24/3) sore sekitar pukul 15.45 Wib masih belum surut, membuat sejumlah warga setempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.


“Desa yang terparah terendam banjir berada di wilayah Desa Benangin I, Benangin II, Benangin III, Benangin V, Desa Sampirang I, Sampirang II, Liju dan Desa Wakat dengan ketinggian air sekitar empat meter,” kata Taufik.


Sebanyak 200-an rumah penduduk yang dihuni 209 Kepala Keluarga (KK), dua TK, lima SD, sebuah masjid, tiga gereja, dua balai Basa­rah, enam pustu, dan delapan buah jembatan tenggelam. 


“Saat ini warga yang menjadi korban banjir sudah dievakuasi ke tempat yang aman dan sebagian mengungsi di rumah penduduk yang tidak terendam banjir,” ujarnya.


Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui berapa nilai kerugian yang ditimbulkan dampak peristiwa tersebut. Namun tidak ada korban jiwa yang melanda kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur ini. 


“Saat ini kami sedang mendata apakah ada korban jiwa atau tidak dan nilai kerugian,” kata Taufik.


Sementara itu, pada Kamis (24/3) pagi kemarin, mengetahui adanya banjir bandang di Teweh Timur, Wakil Bupati Barito Utara, Ompie Herby langsung turun ke lokasi  banjir di Desa Benangin, ibukota Kecamatan Teweh Timur dan menyerahkan bantuan berupa bahan makan, selimut, dan kasur.


Selain itu, kata Camat Gunung Timang Setiazid, Ming­gu (27/3/2016), akibat meluap­nya Sungai Montallat 16 desa di sana juga diterjang banjir bandang.  (DN/B-5)