BORNEONEWS, Palangka Raya - Keterwakilan 30 persen perempuan dalam kursi parlemen merupakan suatu langkah yang apik, terutama untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kancah perpolitikan dan demokrasi di tanah air. Akan tetapi, kuota tersebut dinilai akan sulit terpenuhi pada pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.
Anggota DPRD Kalteng, Achmad Rasyid meragukan bahwa kuota 30 persen keterwakilan perempuan di kursi parlemen atau legislatif akan bisa terpenuhi, lantaran masih belum adanya kejelasan atau kepastian sistem pemilihan legislatif yang akan digunakan nantinya.
"Sekarang ini masih belum jelas apakah sistem proporsional terbuka atau tertutup. Akan tetapi, jika nanti yang ditetapkan sistem proporsional tertutup, dikhawatirkan akan berpotensi sebagai salah satu faktor penentu tidak terpenuhinya kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen," ujarnya, Sabtu, 10 Juni 2023.
Dirinya menilai, penerapan sistem proporsional tertutup akan mengebiri hak dari calon legislatif perempuan yang akan berkontestasi pada pemilu 2024 mendatang. Terlebih lagi jika mereka menempati nomor urut yang paling buncit. Mengingat nomor urut puncak, 1, 2, ataupun 3, biasanya didominasi oleh calon legislatif laki-laki.
"Kami sangat berharap pemerintah pusat, utamanya MK bisa benar-benar mempertimbangkan kondisi demikian, supaya kaum perempuan juga bisa memiliki kesempatan dan peluang yang sama. Sehingga, calon legislatif perempuan ini bisa mendapat nomor urut yang terbaik jika memang nanti sistem proposional tertutup tetap akan digunakan," tuturnya.
--page
Terlepas dari itu, ia menyebut bahwa sistem proporsional terbuka menjadi langkah yang lebih baik dan memberikan hasil yang berbeda. Sebab, melalui sistem tersebut, semua calon legislatif, perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih oleh masyarakat secara luas.
"Artinya kesempatan untuk duduk di kursi parlemen akan seimbang. Tidak terpengaruh nomor urut, tidak didominasi oleh kaum laki-laki, tapi lebih murni kepada hasil perolehan suara dari masing-masing figur Caleg yang mampu merebut simpatik dari masyarakat pemilih," tandasnya. (DONNY D/H)









