SEJUMLAH laga uji coba telah bergulir pada Minggu (27/3/2016) dini hari. Laga sengit antara Jerman dan Inggris menjadi salah satu yang menjadi sorotan.
Maklum, keduanya merupakan negara raksasa Eropa. Mereka pun sama-sama menjadi unggulan di Piala Eropa 2016 mendatang.
Terbukti, laga the Panzers kontra the Three Lions yang berlangsung di Olympiastadion, Berlin, berjalan sengit dari awal hingga akhir.
Sempat unggul dua gol terlebih dahulu melalui Toni Kroos, dan Mario Gomez, Jerman harus gigit jari di akhir pertandingan.
Pasalnya, Inggris mampu membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol. Masing-masing melalui Harry Kane, Jamie Vardy, dan Eric Dier.
Ini merupakan kali kedua dalam sejarah Inggris mampu bangkit dan memenangi laga setelah tertinggal dua gol. Sebelumnya, ‘Tiga Singa’ melakukan hal itu saat menang 3-2 atas Italia pada 1976.
Sedangkan bagi tuan rumah, ini merupakan kali pertama dalam sejarah di mana Jerman atau Jerman Barat menelan kekalahan setelah sempat unggul dua gol di kandang sendiri.
Pelatih Inggris Roy Hodgson pun mengaku bangga dengan para pemain mudanya.
Menariknya lagi, jumlah caps pemain Inggris yang turun di laga itu bila ditotal hanya 161 atau cuma berbeda sedikit dengan Lukas Podolski yang mengoleksi 127 caps bagi ‘Tim Panser’. Inggris juga menurunkan satu debutan yakni Danny Rose dalam laga tersebut.
Tentu harapan baru boleh ditanamkan fans Inggris di Piala Eropa nanti. Bermaterikan pemain muda dan wajah baru bisa menjadi senjata Inggris untuk bertarung di Prancis Juni mendatang.
Hanya ada Gary Cahill yang berusia 30 tahun dalam daftar starter melawan Jerman. Sisanya merupakan pemain muda seperti Dele Alli, Danny Welbeck, Jordan Henderson, hingga Harry Kane.
Hodgson seolah-olah tidak memberikan tempat lagi bagi pemain senior seperti Wayne Rooney, Joe Hart, Phil Jagielka, hingga James Milner di posisi inti. Bahkan di bangku cadangan mayoritas diisi pemain muda seperti Daniel Sturridge, John Stones, dan Ross Barkley.
“Sangat penting untuk tetap rendah hati setelah kemenangan ini. Masih butuh waktu bagi kami untuk menjadi juara dunia seperti Jerman, tapi tiga angka sangatlah hebat,” kata Hodgson.
Di Piala Eropa 2016, Inggris akan bergabung di grup B bersama negara tetangga Wales, Rusia, dan Lithuania. (Mirror/ANT/B-3)








