PEMERINTAH diminta mengkaji penentuan harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan begitu, diharapkan keputusan penurunan harga BBM, per 1 April 2016, dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Kamis (24/3/2016), memastikan penurunan harga BBM tidak akan melebihi Rp1.000 per liter.
“Saya kira menjelang 1 April pemerintah perlu melakukan pengkajian mendalam terkait penurunan harga BBM. Jangan sampai dampak penurunan ini tidak dirasakan masyarakat,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu kepada Okezone, Minggu (27/3/2016).
Sesuai fakta harga minyak dunia telah jauh terkoreksi di bawah US$40 per barel, penurunan harga BBM itu, dinilai masih jauh di atas harga keekonomian. Berdasarkan penghitungan Komisi VII, harga BBM jenis premium seharusnya pada kisaran Rp5.000-Rp5.500. “Jadi jangan terlalu besar jarak antara harga keekonomian dengan harga yang ditetapkan.”
Irawan meminta pemerintah transparan terkait harga keekonomian BBM. Selama ini, kata dia, pemerintah merahasiakan berapa harga keekonomian yang seharusnya dibayar masyarakat dalam setiap pembelian BBM.
Menteri Sudirman Said menerangkan, pemerintah sangat berhati-hati menghitung formula harga BBM guna menjaga stabilitas di tengah ketidakstabilan harga komoditas global. Karena itu, besaran penurunan harga BBM tidak akan sampai menyentuh Rp1.000.
Menurut Sudirman, kendari Mean of Platts Singapore (MOPS) sedang dalam tren penurunan, namun proyeksi harga solar hingga 2019 diyakini naik perlahan. Untuk harga BBM, proyeksi pemerintah titik terendah sudah terjadi di Februari dan kini harganya mulai merambat naik juga. (*).








