BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data terbaru dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sudah ada total 34 kali Karhutla terjadi di Kota Palangka Raya.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani menyampaikan, dari total 34 kejadian tersebut, setidaknya luas lahan yang terbakar seluas 22,64 Hekatar (Ha), dimana saat ini kejadian Karhutla terbanyak di Kecamatan Jekan Raya, dengan 19 kejadian.
"Camat dan lurah yang berada di daerah Kecamatan Jekan Raya, harus lebih waspada potensi adanya Karhutla, karena sudah terjadi 19 kali sepanjang tahun 2023 ini," katanya, Senin, 12 Juni 2023.
Lanjutnya, selain Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Sebangau juga harus meningkatkan kewaspadaannya mulai saat ini, hal ini dikarenakan sudah ada 9 kejadian Karhutla di wilayah Kecamatan Sebangau.
Untuk itu dirinya mengajak, masyarakat, Camat dan Lurah, agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menerapkan metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), yang di inisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya.
--page
"Setop bakar lahan, karena selain dapat merusak alam dan lingkungan, juga tentunya dapat berdampak pada timbulnya bencana kabut asap, yang sangat - sangat kita hindari tentunya," pungkasnya. (PATHUR/J)









