SEHARI sebelum penutupan pendaftaran tenaga kontrak di Kabupaten Kotawaringin Timur, tercatat sudah 1.600 pelamar yang sudah menyerahkan berkas. Mereka akan memperebutkan 223 formasi tenaga kontrak di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di daerah itu.


“Sampai saat ini sudah ada sekitar 1.600 pelamar yang memasukan berkas. Mungkin hingga hari terakhir besok (hari ini) bisa mencapai 2.000 pelamar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Koitim, Alang Ariyanto, Senin (28/3/2016).


Warga Kotim begitu antusias untuk melamar menjadi tenaga kontrak di Kotim. Apalagi penerimaan tenaga kontrak ini terbuka untuk siapa saja yang tentunya memenuhi kriteria dan kualifikasi pendidikan sesuai yang dibutuhkan oleh masing-masing SKPD.


Diungkapkan Alang, sebagian besar tenaga kontrak baru yang direkrut tersebut akan ditugaskan memberi pelayanan di pelosok desa. Sebab, pengumuman formasi lengkap dengan tempat tugasnya, sehingga pelamar yang lulus nanti tidak kaget karena sudah jelas tempat tugasnya masing-masing terutama yang dipelosok.


Ada 223 formasi tenaga kontrak yang tersedia tahun ini. Dinas Kesehatan membutuhkan 67 tenaga kontrak, Satuan Polisi Pamong Praja sebanyak 10 orang, RSUD dr Murjani Sampit membutuhkan 18 orang, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana membutuhkan 24 orang penyuluh Keluarga Berencana.


Sementara itu, Dinas Pendidikan membutuhkan 100 orang tenaga kontrak untuk formasi guru TK, guru SD, guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA untuk SMP. Sedangkan Sekretariat Daerah membutuhkan 4 tenaga kontrak untuk formasi operator komputer, petugas bantuan hukum dan penyusun bahan laporan keuangan.


Dari semua instansi yang membuka formasi tenaga kontrak, hanya tiga instansi yang penempatannya di dalam kota Sampit, yakni Satuan Polisi Pamong Praja, RSUD dr Murjani dan Sekretariat Daerah. Sisanya, hampir semuanya untuk penempatan di kecamatan di luar Sampit. Bahkan ada yang di desa hampir paling ujung yakni Desa Rantau Sawang.


Dinas Kesehatan membuka formasi untuk penempatan di desa-desa pelosok. Seperti formasi perawat, sebagian akan ditempatkan di desa-desa cukup jauh seperti puskesmas pembantu di Desa Rantau Sawang, Kapuk, Tanau Haluan, Penda Durian dan Puskesmas Tumbang Kalang. Untuk formasi bidan, ada yang ditempatkan di Desa Penyaguan. (FI/B-7)