BELUM terakreditasinya laboratorium menjadi kendala tersendiri bagi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Barito Timur dalam upaya respon cepat pelayanan informasi masyarakat ataupun pemeriksaan di lapangan.
Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) BLH Bartim Berson, Senin (28/3/2016) mengatakan, kendala yang dihadapi dalam mengejar akreditasi selama ini adalah sumber daya manusia yang kurang memadai serta keterbatasan sarana dan prasarana penunjang.
Idealnya laboratorium setidaknya diisi oleh tujuh orang tenaga, namun saat ini laboratorium yang ada hanya memiliki empat orang tenaga. Dari angka itu, sambungnya, belum ada satupun yang memegang sertifikat.
“Salah satu syarat yang diperlukan dalam mengejar akreditas adalah ketersediaan tenaga yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat,” kata Berson.
Di samping kendala tenaga, sarana dan prasarana yang ada juga dinilai masih sangat terbatas. Laboratorium saat ini hanya memiliki alat pemeriksaan untuk sejumlah parameter lingkungan seperti tingkat keasaman dan kejernihan air saja.
Keterbatasan yang dihadapi, lanjutnya, menjadikan sampel di lapangan sementara ini terpaksa dikirimkan ke laboratorium terakreditasi yang berada di Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. “Harga peralatan laboratorium terbilang mahal, sementara anggaran untuk pengadaannya relatife kecil,” tandasnya.
Berson menambahkan, keterbatasan sumber tenaga saat ini bakal disikapi teknis dengan upaya mengirimkan personil untuk ikut pelatihan melalui pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Pihaknya berharap ada pengalokasian dana lebih besar untuk pengadaan sarpras, sehingga kedepan segala kebutuhan yang diperlukan dalam mengejar akreditasi mampu terlengkapi secara bertahap. (Tbs/B-5)


