KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Peran camat di Kabupaten Kapuas dinilai penting dalam menurinkan angka stunting.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Septedy seusai memimpin rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas.

"Peran camat sebagai ketua tim percepatan penurunan stunting sangatlah strategis," katanya, Selasa, 13 Juni 2023.

Septedy bilang dengan berperannya camat sampai ke tingkat desa diharapkan angka stunting di Kabupaten Kapuas dapat mengalami menurunan yang signifikan.

"Karena sebagaimana kita ketahui camat itu adalah pembina dan pengawas penyelenggara pemerintahan desa," ucapnya.

Angka stunting di Kapuas ditargetkan dapat turun hingga menjadi 14 persen. Mewujudkannya dengan kerja sama semua pihak.

"Tahun ini angka stunting berada di angka 20 persen, sementara target nasional adalah 14 persen. Jadi kita punya waktu untuk menurunkan stunting sampai dengan 14 persen, sehingga tidak di bawah rata-rata nasional," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P3APPKB Kapuas dr Tri Setyautami mengatakan pada tahun ini pemerintah pusat meminta bahwa pelaporan capaian indikator percepatan penurunan stunting sampai di tingkat desa.

--page

"Jadi, bukan hanya desa-desa lokasi khusus untuk penanganan stunting saja, tetapi seluruh desa. Sehingga ini merupakan suatu tantangan," ucap Tri. Pemerintah Kabupaten Kapuas sudah menyiapkan basis data keluarga berisiko stunting.

"Sehingga ini diharapkan dapat ditindaklanjuti untuk sasaran sensitif dan spesifik stunting yang lebih terarah lagi di desa," ucapnya.

Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kapuas, para camat se Kapuas, kepala puskesmas, kepala organisasi perangkat daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah setempat. (DODI RIZKIANSYAH/R)