NAIKNYA debit air Sungai Je­lai dalam beberapa pekan ter­­akhir membuat sejumlah warga pemilik keramba me­mu­lai kembali usaha budidaya ikan yang sempat terhenti be­berapa waktu lalu.


Mesah, warga Kelurahan Men­dawai, Kecamatan Suka­ma­ra, Kabupaten Sukamara, me­ngatakan bahwa dirinya be­berapa hari lalu telah me­ng­isi kembali keramba yang sem­pat kosong dengan bibit ikan.


“Kemarin sempat rugi, se­ka­rang mulai lagi,” akunya, Se­nin (28/3/2016).


Mesah menceritakan, saat air Sungai Jelai mengalami perubahan warna pada akhir 2015, sebagian besar ikan di dalam keramba miliknya ma­ti mendadak. Ia pun mengala­mi kerugian hingga jutaan ru­piah.


Namun, dengan naiknya de­­bit Sungai Jelai, ia berha­rap dapat mengembalikan kon­­disi air seperti se­mula. Se­hingga dirinya dan peta­ni keramba lainnya bisa kemba­li memulai usaha yang sempat terhenti.


“Mudah-mudahan air su­ngai­nya sudah normal, jadi be­nih yang ditabur ke dalam ke­ramba tidak mati,” harap dia.


Mesah melanjutkan, benih ikan yang ditebar didalam ke­ramba miliknya dibeli dari da­ri Kota Pangkalan Bun, Ka­bupaten Kotawaringin Barat.


Pembelian terpaksa dilakukan di luar daerah lantaran bi­bit yang dijual di Balai Be­­nih Ikan (BBI) yang ada di De­­sa Terantang, Kecamatan Su­­kamara, tidak mampu me­menuhi kebutuhan peta­ni keramba Bumi Gawi Barinjam. 


“Soalnya belinya ba­nyak,” ucap Mesah.


Pengakuan senada juga di­ung­kapkan petani keramba lain­nya, Jauhari.


Menurut Jauhari, bibit ikan terpaksa didatangkan dari Ko­ta Pangkalan Bun lantaran stok yang ada di Sukamara masih ter­batas.


Sementara itu, saat disinggung mengenai harga jual ikan nila yang saat ini menca­pai Rp60 ribu per kilogram, me­­nurut Jauhari, hal itu di­­sebabkan petani keramba se­­dang ber­upaya menutupi ke­rugian mereka akibat ba­nyak­nya ikan yang mati mendadat pada akhir tahun lalu.


“Harga masih belum bisa tu­run karena petani keramba masih rugi banyak waktu ikan pada mati kemarin,” ucap­nya.


Ia memprediksi, harga ikan nila akan kembali normal bila bibit yang ditabur pe­tani di keramba sudah memasuki masa panen.

“Mungkin harga  ikan mulai normal jika hasil ke­ramba milik petani seperti du­lu lagi,” ucap dia. 

(MG13/B-3)