BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur membagikan 26 unit alat dan mesin pertanian atau alsintan berupa Cultivator dan Power Thresher Multiguna kepada 20 kelompok tani yang tersebar di 7 kecamatan.
Bantuan melalui program penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus atau DAK Fisik Pertanian Tahun 2023.
Adapun nama-nama kelompok tani penerima bantuan Cultivator yaitu UPJA Sumber Rejeki Tani Desa Siong 1 unit, Maju Bersama Desa Siong 1 unit, Sumber Makmur Desa Apar Batu 1 unit, Damuran Subur Desa Pianggu 1 unit, KWT Riwut Andrau Desa Danau 1 unit, Abul Raya Desa Bentot 1 unit, Wawar Suka Makmur Desa Bentot 1 unit, Garunggung Wau Jari Desa Sumber Garunggung 1 unit, Sipung Putih Desa Patung 2 unit dan Kelompok Tani Sidodadi Desa Lagan 1 unit.
Sedangkan kelompok tani penerima bantuan Power Thresher Multiguna yaitu Rungkai Janang Desa Siong 1 unit, Bantayum Desa Pangkan 2 unit, Isa Usaha Desa Tarinsing 1 unit, Mekar Sari Desa Lampeong 1 unit, Berkat Subur Desa Bambulung 2 unit, Harapan Jadi Desa Pinang Tunggal 2 unit, Jakutung Desa Bararawa 2 unit, Karya Membangun Desa Muara Pelantau 1 unit, Suka Maju Desa Muara Pelantau 1 unit dan Kelompok Tani Suka Maju Desa Tumpung Ulung 2 unit.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur Lurikto, melalui Kabid Sarana dan Prasarana Inapriani menjelaskan, bantuan Cultivator bermanfaat untuk mendukung pengembangan hortikultura. Cultivator dipakai saat pengolahan tanah dalam pengembangan tanaman hortikultura.
--page
"Cultivator biasanya digunakan untuk penyiangan dan memberantas gulma, untuk pengolahan di lahan kering, lahan bawang merah serta lahan sayur," papar Inapriani, Rabu, 14 Juni 2023.
Cultivator juga berguna untuk membuat bedengan, memperbaiki aerasi tanah dan mempertahankan kadar lengas tanah, memacu kerja mikroorganisme agar lebih aktif, mengembangkan penyediaan unsur hara dalam tanah serta menggemburkan tanah agar penetrasi akar tanaman pokok lebih mudah.
Sedangkan Power Thresher Multiguna dapat digunakan petani untuk merontokkan padi dan biji-bijian seperti jagung dan kedelai.
"Alat ini merupakan alat bantu bagi petani untuk memisahkan gabah dengan jeraminya, melepaskan biji jagung dari tongkol jagung dan melepas biji kedelai dari kulit polongnya," terang Inapriani.
Menurutnya, penggunaan Power Threser Multiguna untuk merontokkan padi tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan varietas unggul baru berumur pendek dan mudah rontok.
--page
"Mesin perontok jenis ini telah banyak digunakan oleh petani di seluruh nusantara karena keunggulannya yang praktis dan mudah dipindahkan dari lahan satu ke lahan lainnya serta digerakkan dengan mesin bertenaga diesel dengan kecepatan proses perontokan dan pembersihan sehingga menghemat waktu," papar Inapriani.
Adapun syarat bagi kelompok tani yang mengusulkan bantuan alsintan yaitu harus memiliki legalitas yang jelas dan terdaftar di Aplikasi SIMLUHTAN Kementerian Pertanian RI, kemudian memiliki lahan pengembangan tanaman hortikultura untuk bantuan Cultivator serta lahan padi, kedelai dan jagung untuk bantuan Power Thresher Multiguna.
"Berikutnya kelompok tani mengajukan proposal yang diketahui oleh penyuluh pertanian di desa tersebut dan diajukan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur serta membuat surat pernyataan kesanggupan memanfaatkan dan memelihara alat mesin pertanian yang diterima dengan baik," kata Inapriani. (BOLE MALO/H)









