KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dalam beberapa bulan ini telah mengirimkan sebanyak 5 orang karyawan/karyawatinya dari latar belakang profesi tenaga kesehatan (nakes) yang berbeda.

Hal itu dalam rangka mengikuti penilaian tenaga kesehatan teladan, hingga berhasil memperoleh predikat teladan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Surat Keputusan dari Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), di Palangka Raya, belum lama ini.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kapuas, dr. Jum’atil Fajar menyampaikan apresiasi atas prestasi dari karyawan dan karyawati RSUD setempat yang telah membawa harum nama instansinya.

"Dengan meraih predikat tenaga kesehatan teladan rumah sakit tingkat Provinsi Kalteng dimana kategori yang diraih dengan berbeda-beda profesi," katanya, Rabu, 14 Juni 2023.

Adapun pengumuman hasil yang didapatkan antara lain, kategori Nakes Teladan Rumah Sakit, Perawat Sri Ilyanti meraih Teladan II, Bidan Megawati, meraih Teladan II, Keterapian Fisik, Sunarto meraih Teladan I.

--page

Kemudian, Analis Kesehatan, Dwi Widjajanti meraih Teladan I, dan Gizi Wiwik Suharti meraih Teladan I.

"Semoga semakin berprestasi di Tingkat Nasional dan juga inspirasi untuk nakes lainnya ke depannya,” harapnya.

Sementara, salah satu peraih tenaga kesehatan teladan Ahli Gizi, Wiwik Suharti, selaku Kepala Ruang Instalasi Gizi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyampaikan terima kasih atas semua dukungan dari pihak RSUD Kapuas. Penilaian tenaga kesehatan teladan ini melalui rangkaian proses yang cukup panjang.

Ia menjelaskan sejak awal pendaftaran, peserta nakes teladan harus melengkapi syarat sesuai dengan ketentuan panitia atau juri dari Tingkat Provinsi. 

Syarat atau kriteria antara lain ASN masa kerja minimal 5 tahun, memiliki prestasi dan membuat inovasi terkait peningkatan pelayanan kesehatan di Instansinya bekerja sesuai dengan keprofesiannya.

--page

“Inovasi yang saya buat di bidang Pelayanan Gizi yaitu inovasi berupa Tingkatkan Gizi Pasien Dengan Resep Masakan Sehat (Tinggi Pas Rehat). Inovasi tersebut dibuat dalam bentuk makalah dan video, makalah tersebut diuji oleh dewan juri dari Tingkat Provinsi dan dipresentasikan secara langsung," jelasnya.

Kemudian, dilakukan telusur lapangan untuk verifikasi terkait kebenaran pelaksanaan inovasi pelayanan kesehatan di instansi tempatnya bekerja.

Lalu, adapula tes terkait pengetahuan umum tenaga kesehatan, wawancara, serta pertanyaan yang berhubungan dengan program kesehatan dari pemerintah pusat seperti masalah stunting, germas, dan lain sebagainya. (DODI RIZKIANSYAH/J)