PEMERINTAH Kabupaten Kapuas patut berbangga.
Karena dua kelompok industri kecil dan menengah (IKM) anyaman rotan dianugrahi penghargaan bintang tiga One Village One Produk (OVOP) 2015 dari Menteri Perindustrian, Saleh Husin.
Dua IKM yang dapat penghargaan itu adalah UD Dare Manuntung dan UD Nabil Reihan Rotan.
Piagam penghargaan produk OVOP bintang tiga itu rencananya akan diserahkan pada lomba menganyam rotan yang digagas Disperindagkop dan UMKM Kapuas 12 April 2016.
Kabid Perindustrian, Ferdinan Junarko menuturkan, dianugrahinya penghargaan OVOP kepada dua kelompok usaha itu, karena produk anyaman rotan Kapuas berbeda dengan produk rotan dari daerah lain.
“Dari sisi anyaman dilakukan secara tradisional,” katanya. Lalu produk anyaman rotan UD Dare Manuntung dan UD Nabil Reihan
Rotan sudah diekspor ke Jepang.
Di Jepang sendiri produk anyaman rotan Kapuas digunakan untuk pelapis dinding rumah, lantai dan flapon rumah.
“Produk anyaman rotan kita itu dibuat memang berdasarkan ukuran rumah di Jepang. Tentu bangga produk anyaman rotan daerah kita bisa tembus sampai ke Jepang dan bisa masuk ke dalam salah satu OVOP yang menerima penghargaan.”
Tahun ini dia menargetkan ada IKM Kapuas lainnya bisa meraih penghargaan bintang 4, bahkan bintang lima produk OVOP.
Karena bila meraih bintang 5, maka pembinaan bagi kelompok usaha anyaman rotan seluruhnya menjadi domain pemerintah pusat.
“Kalau cuma bintang tiga pembinaannya hanya dari Pemprov Kalteng. Tapi kalau bintang empat dan bintang lima sepenuhnya dari pusat. Jadi apa pun segala kebutuhan yang diperlukan IKM akan dipenuhi,” ungkapnya.
Bila meraih bintang 5, maka promosi produknya akan berskala internasional, sedangkan penghargan bintang tiga promosinya hanya skala nasional dan untuk pameran produk menjadi tanggung jawab provinsi.
Bila kelompok IKM Kapuas bisa meraih bintang 4, maka Pulau Telo akan menjadi kota wisata anyaman rotan.
“Jadi mulai dari gerbang masuk Pulau Telo dan sampai penataan dilokasi akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” tandasnya.(B-6)


