Sedikitnya delapan ribu lebih plat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang sudah tercetak masih menumpuk di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar).

Kepala Unit Regristasi Identifikasi (Regident) Iptu Bambang Eko mengatakan, ribuan plat nomor yang sudah dicetak belum diambil pemiliknya. Untuk mengambilnya, pemilik cukup membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Masih menumpuk di ruangan bagian TNKB. Laci penyimpanan hampir tidak muat untuk menyimpan ribuan plat tersebut," ujar Bambang. Senin (28/3/2016).

Bagi yang belum sempat mengambil plat nomornya yang sudah tercetak, diharapkan segera datang ke kantor Samsat Pangkalan Bun sesuai jam kerja.

"Pengambilan dapat dilakukan di kantor Samsat bagian TNKB yang berada di dalam kantor samsat pada pukul 08.00 – 15.00 wib," imbaunya.

Dijelaskan Bambang, TNKB Tahun 2014 – 2015 yang semula belum tercetak karena terkendala materi, saat ini sudah tercetak. Untuk bulan Oktober 2015 hingga Maret 2016 masuk antrian berikutnya.

"Sekitar 2500 lagi yang masih belum tercetak," ungkap Bambang.

Bagi pemilik kendaraan tanpa TNKB, kata Bambang, tidak usah khawatir. Pasalnya, pihak Samsat sudah melakukan koordinasi dengan petugas Satlantas di lapangan untuk tidak memberikan tilang kepada mereka.

"Pemilik kendaraan sudah kami berikan surat pengganti TNKB yang berlaku hingga enam bulan ke depan," ucapnya.

Sementara, Hermansyah salah satu warga jalan Delima mengaku, belum tahu menahu terkait informasi itu. Warga yang sudah menunggu selama setahun lebih itu belum mendapat informasi dari pihak terkait.

"Sudah sekali bayar pajak, belum terima plat nomor. Saya membeli kendaraan tahun 2014 lalu," ungkapnya.
Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Kalteng, hingga Januari 2015, sudah tercetak sebanyak 96.598 TNKB roda dua dan 16.311 TNKB roda empat ke atas.

Jumlah kendaraan baru di Kobar terus menurun
Kendaraan bermotor baru, pada tahun 2015 tercatat 7.771 kendaraan bermotor roda dua dan 1.154 kendaraan bermotor roda empat ke atas. Jumlah itu menurun dibanding motor baru pada tahun 2014 sebanyak 12.667 roda dua dan 1.022 roda empat ke atas. Sementara, Januari hingga Februari 2016 baru tercatat 539 roda dua dan 100 roda empat.

"Sepanjang 2014 hingga 2016 jumlah kendaraan baru di Kobar terus menurun. Tahun sebelumnya, rata-rata ada 700 kendaraan baru per bulan, tahun ini hanya 300 kendaraan baru per bulan," ungkap Kepala UPTD Samsat Pangkalan Bun, Sutoyo.

Kondisi itu disinyalir karena menurunya daya beli oleh masyatakat. Tingginya angka pemutusan hubungan kerja, anjloknya harga sawit, dan pengurangan jam kerja di sejumlah perusahaan disebut sebagai penyebabnya.
Meski demikian, target pendapatan dari pajak kendaraan terus meningkat. Sebelumnya, ditargetkan Rp92,3 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp98,4 miliar pada tahun 2016.

"Dengan kondisi yang ada, sepertinya target 100 persen pada tahun 2016 sangat sulit dilampaui. Tahun 2015 hanya mencapai 91,4 persen, tahun 2014 mencapai 103,4 persen," tandas Sutoyo. (*/CR-1)