BORNEONEWS, Palangka Raya – Lahan gambut jika dikelola dengan sistem yang baik dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian termasuk tanaman padi.
Terbukti dengan Demonstrasi Farm (Demfarm) atau demonstrasi usaha tani secara kelompok binaan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Berseri, Jemino mengungkapkan dengan sistem pasang surut yang diterapkan setiap hektar lahan bisa menghasilkan dua sampai tiga ton gabah.
“Setahun bisa dua kali tanam, Oktober-Maret (Okmar) dan Agustus-September (Asep),” katanya di Desa Talio, Kamis, 15 Juni 2023.
Ia menuturkan proses penyiapan lahan hingga panen membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan, dengan umur rata-rata padi 110 sampai 115 hari.
--page
Namun diakuinya untuk mengoptimalkan sistem pertanian pasang surut di lahan gambut membutuhkan sistem pengairan dengan irigasi yang bagus.
“Ini memang belum optimal sepenuhnya. Harapannya pemerintah bisa membantu mengoptimalkan saluran air, penataan tanggul dan saluran airnya didalami,” ungkap Jemino. (HERMAWAN DP/H)









