BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia mengingatkan masyarakat di wilayah Bumi Tambun Bungai ini agar dapat waspada dan berhati-hari dalam berinvestasi. Jangan sampai masyarakat berani berspekulasi sehingga berujung terjebak pada investasi bodong.
Saat ini banyak investasi yang ditawarkan kepada masyarakat dengan imbalan balik dana hingga 10 persen dengan risiko yang sangat ringan. Keuntungan ini tentu sangat menggiurkan. Akan tetapi, hal seperti inilah yang harus diwasapadai dan dicurigai oleh masyarakat.
"Masyarakat harus waspada, karena sekarang ini banyak penipuan yang berkedok investasi. Jika masyarakat sendiri tidak jeli dalam memilih investasi, maka diri sendiri yang rugi. Jangan karena iming-iming keuntungan, kemudian tidak di kroscek terlebih dahulu," ujarnya, Jumat, 16 Juni 2023.
Metode dan praktek investasi bodong terlihat menjanjikan untuk 100 hingga 200 orang pertama. Di mana investasi penipuan ini akan memutar dana untuk diberikan keuntungan kepada nasabah yang ikut.
Sementara itu, dari 100 orang yang ikut lebih awal tersebut, nantinya akan berbicara dan mengajak orang lain supaya ikut juga, karena merasa mendapatkan keutungan.
"Padahal, dalam investasi tidak ada perputaran uang dengan keuntungan 10 persen yang akan terus berkesinambungan. Karena pada satu titik akan terjadi kolaps dan akhirnya uang yang dibawa pelaku investasi bodong sangat banyak," jelasnya.
Ia pun meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan iming iming investasi atau penanaman saham dengan imbal balik diatas 5 persen. Terlebih jika resiko dan usaha yang dilakukan peserta investasi sangat kecil.
--page
"Dalam berinvestasi pastinya memerlukan waktu atau proses yang cukup lama untuk mendapatkan keuntungan. Ketika ada yang menawarkan dengan waktu singkat hal itu patut dicurigai. Sebab, secara logika tidak ada segala sesuatu yang dilakukan dengan mudah tanpa adanya proses. Sekali lagi tetap waspada dan hati-hati jika ingin berinvestasi," imbuhnya. (DONNY D/R)









