PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) Mayjen TNI Suharyanto mengajak seluruh stakeholders untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Terutama terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) agar kejadian yang pernah terjadi di tahun 2015 dan 2019, tidak terulang di tahun 2023.

Ia menuturkan bencana Karhutla bukan kali ini saja dihadapi, sehingga perlu bersama-sama menyatukan pikiran, tindakan, kegiatan, untuk sama-sama bersatu padu dengan bekerja sama antara Pusat dan Daerah agar kompak dan yakin dapat mengendalikan Karhutla.

“Kita utamakan pencegahan sebelum api besar. Karena kalau api sudah besar, meskipun BNPB bantu dengan helikopter misalnya, dengan teknologi modifikasi cuaca, tapi kalau sudah terlanjur besar maka akan berat,” tekannya, saat Apel Pasukan di Palangka Raya, Jumat, 16 Juni 2023.

Ia mengingatkan BNPB mencatat sudah lebih dari 1.037 titik api yang sudah muncul yang tersebar di kabupaten-kabupaten di Kalteng sampai hari ini.

Padahal beberapa wilayah mengalami banjir pada bulan-bulan lalu seperti Kabupaten Kotawaringin, Katingan dan Pulang Pisau.

--page

“Ini tandanya perubahan cuaca sangat cepat, beberapa bulan yang lalu kita berhadapan dengan banjir, bulan-bulan depan kita berhadapan dengan kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/J)