DEPUTI V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto selaku perwakilan Kemenpora meminta restu KPK untuk meneruskan kembali pembangunan kompleks Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Sentul.
“(Sebelumnya) pernah terjadi longsor kan, itu kan sebabnya kami ‘sowan’ (bertandang) ke sini. Kami yang inisiatif, bukan KPK yang undang, ada dari Kemenpora, Deputi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan Litbang Kementerian PU untuk memastikan apakah kami boleh jalan terus atau tidak,” kata Gatot, Senin (28/3/2016).
Kemenpora berencana menghidupkan kembali komplek Hambalang yang selama ini terhenti karena kasus korupsi.
Presiden RI Joko Widodo bahkan sudah melakukan kunjungan ke lokasi terebut, Jumat (18/3/2016) dan ingin cepat memutihkan tempat itu karena besarnya biaya pengamanan, perawatan, pemeliharaan P3SON Hambalang ,meski proyek tersebut diketahui merugikan keuangan negara hingga Rp 464,391 miliar.
“Kami datang ke sini terkait kunjungan presiden 18 Maret lalu, sejauh ini presiden memberi arahan agar dikaji secepatnya apakah Hambalang itu akan dlanjutkan atau tidak, dan itu akan dibahas dalam rapat terbatas, rencana semula (rapatnya) besok pagi tapi ditunda, tapi poinnya adalah kami datang ke sini karena kami tidak ingin salah langkah, jangan sampai ada Hambalang kedua,” tambah Gatot.
Menurut Gatot, sudah ada surat resmi dari KPK tertanggal 27 Juli 2015 yang ditandatangani oleh mantan plt Ketua KPK Taufiqurrachman Ruki yang menjelaskan P3SON Hambalang tidak dalam status penyitaan.
Gatot mengaku bertemu dengan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.
“Tadi disebutkan oleh Pak Saut dan ada beberapa jajarannya, silakan (dilanjutkan) karena itu tidak disita oleh KPK, yang disita adalah dokumen, tetapi agar betul-betul ada audit fisik teknik yang sangat-sangat komprehensif, kalau perlu nanti harus ada audit yang lebih lengkap agar jangan sampai mubazir penanganan Hambalang itu nanti,” jelasnya.(ANT/B-11)








