BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah meresmikan pembangunan krematorium di kawasan pemakaman Jalan Jenderal Sudirman km 6 Sampit. Informasinya, krematorium ini bisa digunakan secara gratis untuk kalangan yang tidak mampu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Perkumpulan Sosial Bakti Sampit, Budiman, bahwa penggunaan krematorium dilakukan dengan subsidi silang.
"Kita ini sosial hanya dengan menyediakan 150 liter solar untuk kremasi, kalau tidak mampu kita gratiskan kalau yang mampu mereka malah menyumbang," ungkapnya, Sabtu, 17 Juni 2013.
Krematorium yang dibangun merupakan kerjasama masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan bakti sosial khususnya warga keturunan Tionghoa serta dukungan dari pemerintah setempat.
Budiman mengatakan, krematorium ini menjadi yang pertama di Kalimantan Tengah yang merupakan buatan Australia dengan peralatan canggih dan modern.
--page
Pengkremasian dengan suhu 800 derajat celcius, kremasi hanya memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk menjadikan abu ditambah satu jam pendinginan dan siap diambil.
"Saat proses kremasi tidak menimbulkan asap dan bau karena ada filternya jadi seperti tidak ada kegiatan," imbuhnya.
Dia menjelaskan, krematorium ini menerima proses kremasi untuk lintas agama seperti Hindu, Kaharingan, Budha, bahkan Kristen juga akan dilayani jika ada yang menginginkan kremasi.
Menurutnya, bangunan yang didirikan dengan menghabiskan dana miliaran ini memang sudah ditunggu sejak lama, karena selama ini jika ingin melakukan kremasi harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Provinsi Kalimantan Selatan dan tentunya juga akan merogoh dana yang cukup besar.
"Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pembangunan ini baik dana maupun semangat. Dibangun sejak April 2021 berkat dukungan pemerintah daerah dibawah pimpinan Pak Halikin ini kami bersyukur beliau mendukung sekali sehingga bisa terwujudnya pembangunan," tutupnya. (NOOR ANNISA/Y)









