BORNEONEWS, Nanga Bulik - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular potensial wabah sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian secara tepat. Upaya tesebut membutuhkan komitmen kerjasama yang baik antara dinas terkait, lintas sektor dan dukungan masyarakat sekitar.
Dalam upaya pengendalian vektor DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau mengadakan kegiatan sosialisasi Sistem Informasi Pengendalian Vektor (Silantor) dan Evaluasi Pengendalian DBD bersama Kader Pemantau Jentik dan Kasi Sospermas Kelurahan serta Petugas Sanitarian Puskesmas.
“Silantor merupakan sistem yang dikembangkan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap penyakit menular vektor dan zoonotik termasuk DBD. Sistem ini berbasis web dan android,” terang Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau, Rosmawati di Nanga Bulik, Sabtu, 17 Juni 2023.
Melalui Silantor ini, lanjut dia, secara teknis tenaga kesehatan di Puskesmas mengumpulkan data vektor di wilayah kerjanya. Setelah itu data diinput ke dalam Silantor dan akan terintegrasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Provinsi, sampai ke Pemerintah Pusat.
“Data yang dihasilkan Silantor dapat menggambarkan kepadatan vektor, dapat diketahui potensi penyakit yang ada sehingga dapat dilakukan upaya pencegahannya sedini mungkin,” ujarnya.
--page
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengendalian vektor DBD sekaligus dilakukan evaluasi program pengendalian DBD yang telah berjalan sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan penyakit DBD.
(HENDI NURFALAH/Y)









