Puluhan warga Kabupaten Kotawaringin Timur yang tergabung dalam Presidium Peduli Kotim (PPK) menggelar aksi bakar lilin di perempatan Jalan Ahmad Yani-Yos Sudarso depan Kantor KNPI Kotim. Aksi tersebut sebagai wujud keprihatinan terhadap pemadaman listrik yang digelar secara spontan yang dilakukan oleh PT PLN Ranting Sampit beberapa bulan terakhir.


“Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan kami atas krisis listrik yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur khususnya, umumnya

Kalimantan Tengah. Pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini sudah masuk tahap yang tidak wajar dan sangat merugikan masyarakat atau konsumen,” kata Ketua Presidium Peduli Kotim Suhartono Firdaus saat ditemui Borneonews di sela-sela aksi, Senin (28/3/2016).


Ia melanjutkan aksi yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut mendapat perhatian warga yang lalu-lalang dengan kendaraan di jalur padat tersebut. Ribuan lilin dan brosur dibagikan kepada pengguna jalan, itu sebagai bentuk tuntutan terhadap kinerja PLN Ranting Sampit yang tidak peduli dengan konsumen.


“Akibat pemadaman listrik secara sporadik belakangan ini telah menyebabkan masyarakat sangat dirugikan. Barang-barang elektronik rusak. Selain itu bila terjadi pemadaman rawan terjadi pencurian, dan perampokan,” kata dia.


Hal itu, tegas dia, harus jadi pertimbangan pihak PLN termasuk juga pemerintah daerah untuk dicarikan solusi. Sehingga, masyarakat tidak dibiarkan galau karena krisis listrik yang berkepanjangan. Selain itu, kata Suhartono, krisis listrik yang terjadi di Kotim berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi di daerah. 


“Dampaknya bukan hanya sektor usaha skala besar saja yang terkena imbas dari pemadaman listrik ini, tetapi juga industri kecil dan menengah yang mengandalkan energi listrik untuk produksi,” terang dia.


Aksi ini, lanjut dia, merupakan tahap awal bentuk keprihatinan atas pemadaman listrik yang terjadi selama ini. Ia menjadwalkan pada Rabu (30/3/2016) nanti akan digelar dialog dengan PLN di Gedung DPRD Kotim. (FI/B-8)