PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang Idul Adha 2023 penjualan daging sapi segar di tingkat pedagang lokal malah menurun. Bukan karena jarang pembeli menjelang pembagian daging pada momen Idul Adha melainkan lantaran persaingan harga antara daging sapi segar dengan daging segar yang dioplos dengan daging beku.

Salah seorang pedagang lokal daging sapi di Pasar Besar Palangka Raya yang tidak mau namanya disebutkan mengaku sangat dirugikan dengan adanya daging sapi oplosan ini.

"Penjualan saya sangat menurun. Bukan karena menjelang Idul Adha ini tetapi karena banyaknya pedagang tidak jujur yang mengoplos daging sapi atau kerbau beku dengan daging segar," kata pedagang daging sapi di Pasar Besar Palangka Raya saat dikonfirmasi Borneonews pada Sabtu, 17 Juni 2023.

Malah, lanjutnya, ada pedagang yang benar-benar menjual daging sapi beku itu seolah-olah sebagai daging segar dengan cara digantung. Sehingga pembeli mengira itu adalah daging segar.

Menurutnya, kerugian yang dialami juga tidak main-main. Dirinya terpaksa harus menurunkan harga daging segar yang dijualnya agar dapat bersaing dengan daging-daging oplosan itu meskipun dengan trik ini penjualan yang dapat dilakukannya juga tetap menurun.

--page

"Dulu saya bisa jual Rp145.000 per Kg tetapi sekarang hanya bisa Rp130.000-Rp135.000 per Kg, bahkan ada yang menawar Rp120.000 per Kg karena dibandingkan dengan daging oplosan itu," bebernya.

Tidak hanya itu, tuturnya lagi, biasanya dia mengaku mampu memotong seekor sapi per hari, tetapi sekarang terpaksa dua hari sekali baru bisa memotong seekor sapi.

"Dulu itu saya selalu memotong seekor sapi per hari sehingga stok yang saya jual itu benar-benar segar setiap harinya. Sekarang saya hanya bisa memotong sapi dua hari satu ekor karena memang penjualannya menurun sangat menurun," keluhnya lagi.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, Renson mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk menyikapi kondisi tersebut.

"Sekitar seminggu lalu kita sudah mengeluarkan surat edaran yang isinya ditujukan untuk pedagang dan masyarakat terkait daging oplosan ini. Kami minta pedagang untuk jujur dalam penjualan dan mengutaman kualitas, sementara untuk masyarakat kita minta untuk jeli dalam memilih daging segar," jelas Renson. (TESTI PRISCILLA/J)