PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalteng, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa masyarakat harus bijak dalam membeli daging sapi di pasar agar tidak terjebak dengan daging berkualitas rendah.

"Untuk mendapatkan daging sapi yang segar pertama masyarakat harus memastikan bahwa membeli di pasar yang punya ijin karena jika pasar tersebut punya ijin maka sapi yang dijual adalah sapi yang dipotong di RPH. Artinya, dagingnya terjaga kebersihan dan kesehatannya," tutur Eko.

Kedua, lanjutnya, masyarakat harus memperhatikan bahwa daging yang dijual itu memang segar, dibuktikan dengan warnanya yang masih merah, tidak berair, tidak berbau, dan tidak berubah warna.

"Jadi masyarakat harus jeli melihat daging yang dijual di pasar karena sekarang banyak yang daging segarnya dioplos dengan daging beku," tuturnya.

Daging beku, lanjut Kepala Puskeswan Kota Palangka Raya ini, seharusnya langsung dimasak atau dikonsumsi setelah dilelehkan.

--page

"Tapi yang terjadi di pasar kan sudah dilelehkan tetapi tidak laku terjual lalu dibekukan kembali kemudian dijual lagi besoknya. Itu kan berbahaya. Jadi masyarakat harus jeli," jelasnya lagi.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, Renson mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk menyikapi kondisi tersebut.

"Sekitar seminggu lalu kita sudah mengeluarkan surat edaran yang isinya ditujukan untuk pedagang dan masyarakat terkait daging oplosan ini. Kami minta pedagang untuk jujur dalam penjualan dan mengutamakan kualitas, sementara untuk masyarakat kita minta untuk jeli dalam memilih daging segar," jelas Renson. (TESTI PRISCILLA/J)