BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebuah pondok di tengah kebun sawit dan satu unit mobil pikap merk Suzuki Carry milik Tri Cahyanto warga Desa Kawa, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau tiba-tiba terbakar.
Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Saat kejadian, korban hanya bisa meratapi nasibnya ketika melihat mobil dan pondoknya hangus dilalap si jago merah.
“Belum tau penyebabnya, dari tempat saya sarapan hanya melihat kepulan asap. Ketika ke sini (lokasi kejadian) sudah terbakar,” ungkap korban saat dikonfirmasi pada Minggu, 18 Juni 2023.
Sebelum kejadian, korban berangkat dari rumahnya menggunakan mobil pikap menuju pondok miliknya tersebut. Sesampainya di lokasi, korban mencari lokasi untuk sarapan dengan bekal yang telah dibawanya dari rumah.
Usai sarapan, dia memanen buah sawit di kebun miliknya. Namun, selang satu jam melakukan pemanenan, dilihatnya ada kepulan asap datang dari pondoknya. Melihat keadaan itu dia langsung berlari menuju lokasi kejadian, sesampainya di sana ia sudah mendapati pondok dan mobilnya telah terbakar.
“Setelah sampai di lokasi, api yang membakar pondok dan mobil saya sudah besar,” ujarnya.
Mendapati kondisi itu, ia hanya bisa pasrah dan menunggu api yang menghanguskan mobil serta pondoknya itu padam. Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut.
Terpisah, Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
“Penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/R)









