SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan tol Sungai Mentaya yang ditargetkan mulai digarap tahun ini dapat mengurangi biaya pengiriman barang dari Pulau Jawa.

"Jika pengerukan sungai mentaya sudah dilakukan, maka akan memperlancar kapal masuk ke Sampit. Sehingga lebih efisien dan cost barang tidak tinggi lagi," kata Halikinnor, Minggu, 18 Juni 2023.

Dia mengatakan pengerukan sungai mentaya bekerja sama dengan PT Kawan Selaras Sejahtera (PT KSS) dari Surabaya Jawa Timur.

Pengerukan ini untuk membuat alur sungai baru, agar kapal berbobot besar 25-30 ribu ton tidak perlu lagi bersandar di pinggir laut. Kapal dapat langsung masuk sungai mentaya. 

"Kemarin sudah dilakukan Pra Feasibility Study (FS), sekarang FS sedang diproses di kementrian perhubungan pusat," kata dia. 

Dia berharap perizinan berjalan lancar, agar akhir tahun ini segera dikerjakan. Pengerjaan tol sungai mentaya akan melibatkan konsultan dari Belanda.

Tol sungai yang diperkirakan menelan anggaran Rp 270 miliar itu nantinya akan beroperasi selama 24 jam, sedangkan alur sungai saat ini hanya beroperasi 6-7 jam tergantung pasang surut sungai.

--page

Selain menghemat biaya pengiriman barang, ini juga menguntungkan bagi pemerintah daerah. Ia akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola tol sungai mentaya.

"Tol itu berbayar, pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak ketiga. Jadi kita mendapat fee di sana diihitung per ton," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)