BORNEONEWS, Palangka Raya - Dua saksi melihat dengan jelas api pertama kali muncul hingga menghanguskan sekitar 88 kios terdiri dari 64 kios di Blok B dan 24 kios di Kompleks Pasar Martapura. Mereka adalah penghuni baru di pasar itu Amir (34 tahun) dan Hatta (32).
Menurut keterangan Amir, percikan api muncul dari kabel di kios Martapura persis bersebelahan dengan Blok B. Kemudian api dengan cepat menjalar dan membakar bangunan semi permanen itu.
"Waktu itu saya sedang bersih-bersih. Saya kan baru di sini. Terus melihat api menyala hijau. Kemudian menjalar ke kanan dan cepat membesar," ungkap Amir, Selasa (29/3/2016).
Hal yang sama juga disampaikan Hatta. Tapi lebih dulu Amir yang melihat. Keduanya lalu berteriak kebakaran. Sesaat kemudian suasana pun menjadi heboh.
"Kami langsung menyalamatkan diri keluar," ungkapnya.
Dari kesaksiannya itu, keduanya menduga kuat jika terbakarnya Pasar Martapura lantaran korsleting listrik. Hanya saja, mereka tidak bernani memastikan milik kios siapa api itu pertama muncul.
"Antara kios Pak Khairyullah atau Pak Bisu. Mereka keluarga juga," ungkapnya.
Kaur Reskrim Polres Palangka Raya Iptu Suharno mewakili Kasat Reskrim AKP Todoan Gultom mengatakan masih melakukan penyelidikan apakah bersumber dari kios milik Khairullah atau Bisu.
"Diperkirakan antara 88-90 kios yang terbakar. Karena ada sebagian yang tidak habis terbakar," ucap Suharno.
Dia menuturkan, berdasarkan keterangan lima saksi, kondisi listrik di Pasar Martapura dalam keadaan hidup. "Dari keterangan saksi, saat terbakar listrik masih hidup. Tapi masih didalami," tutur Suharno. (BUDI YULIANTO/m)








