BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan mengevaluasi sejumlah program bantuan kepada masyarakat.
Evaluasi bertujuan guna mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang sudah digulirkan oleh Dinas Sosial ke masyarakat.
"Evaluasi sebagai tolak ukur dari program yang digulirkan hingga sejauh mana tingkat keberhasilan dan kegagalannya," kata Kepala Dinas Sosial Kobar Gusti M. Nur Aini, di ruang kerjanya, Selasa (29/3/2016).
Ia menilai dari beberapa program dinas sosial seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), program pelatihan menjahit, teknisi handphone, sablon dan las, tingkat keberhasilannya sangat signifikan maka program terrsebut akan terus digenjot. Namun apabila tingkat kegagalan juga tinggi, maka Dinas Sosial dapat mengetahui kendala yang dihadapi penerima program tersebut.
Menurut dia, peningkatan perekonomian masyarakat, baik melalui usaha ekonomi produktif ataupun usaha ekonomi kreatif, harus dilakukan secara keroyokan oleh lintas sektoral. Pengentasan kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab Dinas Sosial Kobar.
"Harus keroyokan, tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri dan program itu pun harus sinergi dengan kebutuhan masyarakat," harap Nur Aini.
Ia berharap dengan evaluasi ini maka bantuan kepada masyarakat, baik peningkatan SDM melalui ketrampilan dan dalam bentuk usaha, bisa berguna dan bermanfaat untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga. Ia tidak ingin bantuan akhirnya hanya menjadi program-program mubazir apabila tidak diawasi ketat.
Sementara itu untuk pemberdayaan usaha ekonomi produktif 2016 ini Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten Kobar akan menggulirkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di beberapa Desa Kecamatan Kumai. Seperti Desa Kubu, Teluk Bogam, Keraya, Sebuai Barat, dan Sebuai Timur.
"KUBE ini bagian dari program pengentasan masyarakat miskin perdesaan, insya Allah pada bulan April dan Mei ini akan terealisasi," beber Nur Aini. (KOKO SULISTYO/m)


