BORNEONEWS, Pangkalan Bun - 10 hari menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H atau tahun 2023, penjualan hewan kurban di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat masih sepi.
Slamet Riyadi pemilik Rumah Qurban Pangkalan Bun (RQB) yang berada di Jalan Pasanag Pangkalan Bun bahwa penjualan hewan kurban tahun ini menurun.
"Penjualan hewan kurban sekarang menurun, biasanya 10 haribsebelum lebaran Idul Adha itu sudah ramai orang beli, ini masih sepi," kata Slamet Riyadi saat dibincangi, Senin, 19 Juni 2020.
Selamat Riyadi yang sudah berjualan aekitar 5 tahun ini, tidak tahu pasti apa penyebab menurunnya penjualan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Kemungkinan faktor ekonomi, di samping itu juga sekarang banyak penjual hewan kurban.
"Tidak tau juga kenapa, mungkin ekonomi atau juga karena sekarang banyak penjual hewan kurban. Tahun lalu, bisa laku 50 - 60 ekor. Tahun ini anjlok," tuturnya.
Padahal harga hewan kurban pada tahun ini mengalami penurunan, dibandingkan tahun sebelumnya yaitu untuk harga sapi turun sekitar 2 jutaan. "Kalau tahun lalu harga Sapi Rp 17 jutaan, sekarang bisa Rp 15 jutaan," imbuhnya.
--page
Hewan kurban sapi dan kambing yang ia jual ini didatangkan dari Madura, dan sudah diberikan vaksinasi. Kemudian sudah di cek kesehatannya.
Untuk harga Sapi sendiri mulai dari angka Rp 15 - 30 juta lebih per ekor. Sedangkan harg kambing mulai harga 4 - 5 jutaan per ekor. (DANANG/R)









