BORNEONEWS, Sampit - Dukungan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur berdatangan untuk mendukung aksi Presidium Peduli Kotim terhadap krisis listrik di daerah itu. Tidak tanggung-tanggung sekitar 1.000 massa akan menggelar longmarch dari Kantor DPD Komite Nasional Indonesia (KNPI) Kotim menuju DPRD Kotim untuk menyampaikan aspirasi.
“Semuanya sudah siap untuk turun. Mereka yang sudah menyatakan kesiapan untuk turun adalah OKP, komunitas pengusaha futsal Kotim, lembaga pendidikan, kalangan pengusaha, dan kampus-kampus,” kata Ketua KNPI Kotim, Endra Rosana yang juga merupakan Presodium Peduli Kotim, Selasa (29/3/2016).
Selain itu kata Endra, para ketua RT dan RW di Sampit juga siap bergabung menggelar aksi tersebut. Sebab, katanya, masalah listrik di Sampit ini sudah masuk tahap berbahaya karena banyak yang dirugikan.
“Dalam rangka memperjuangkan nasib kita terhadap krisis listrik di Kotim, maka kami akan mengadakan aksi damai menyampaikan aspirasi ke DPRD Kotim, longmarch dari KNPI Kotim menuju kantor DPRD Kotim, pada Rabu 30 Maret, pukul 07.30 WIB,” ujar Endra.
Beberapa tuntutan yang akan disampaikan oleh masyarakat Kotim yang tergabung dalam Presidium Peduli Kotim yakni, menjamin tidak adanya pemadaman listrik di Kotim mulai 5 April 2016. Jika terjadi pemadaman tidak lebih dari tiga jam dalam seminggu. Apabila pemadaman terjadi melebihi hal tersebut, maka PLN Ranting Sampit wajib memberikan kompensasi berupa pengurangan pembayaran rekening listrik selama kelebihan jam pemadaman yang dihitung dari jumlah KWH Rekening.
Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris KNPI Kotim, Ahmad Julianto. Dia mengatakan, Kalimantan merupakan daerah yang kaya akan energy tetapi masyarakatnya tidak menikmati hal tersebut.
“Jangan sampai kita dianaktirikan oleh pemerintah pusat, soalnya selama berbagai keluhan masyarakat mulai kalangan paling bawah hingga dunia investasi tidak pernah dihiraukan. Ini harus mendapat perhatian semua pihak,” ujarnya.
Dengan adanya aksi ini mereka berharap pihak PLN Ranting Sampit bisa memperbaiki kinerjanya, sehingga warga Kotim bisa menikmati listrik dengan baik. Sebab selama ini meski listrik setiap hari padam, pembayaran rekening listrik tetap sama. Hal tersebut yang membuat warga bingung terhadap kinerja PLN.
Akibat pemadaman listrik secara sporadis ini juga, pengamatan cuaca untuk keperluan dan kelancaran penerbangan di Bandara Haji Asan Sam;it terganggu. Sebab pasokan listrik yang masuk ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Sampit terganggu, sehingga alat-alat yang sangat membutuhkan energy listrik itu mati total. (RAFIUDIN/m)


