BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemeriksaan Kesehatan hewan kurban hari pertama kemarin, Senin, 19 Juni 2023 mendapati hasil ada 4 ekor yang tidak mendapat tanda hewan sehat dari tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP, Puskeswan, serta Rumah Potong Hewan atau RPH Kalampangan, Kota Palangka Raya.
"Untuk yang hari pertama bisa saya sebut amannya, hanya ada 1 ekor yang terlalu kurus dan 3 betina yang tidak ditandai," kata Kepala Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono kepada Borneonews pada Selasa, 20 Juni 2023.
Menurut drh Eko, ada alasan khusus kenapa ketiga betina ini tidak diberikan neck tag atau tanda leher yang menyatakan hewan tersebut sehat dan layak jual maupun konsumsi untuk hari raya kurban.
"Secara aturan agama memang sapi betina boleh untuk kurban, tetapi Undang-undang kita melarang pemotongan betina produktif sehingga untuk tiga ekor itu tidak kita berikan tanda leher," jelasnya.
Menurut Eko, hari ini pun pihaknya akan kembali mendatangi depo-depo penjualan sapi dan kambing kurban yang ada di Kota Palangka Raya.
--page
"Target kita, pemeriksaan ini bisa selesai hari ini. Tapi kalau masih perlu untuk menambah waktu, akan kita lakukan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/J)









