WALAUPUN triwulan pertama tahun anggaran 2016 berakhir besok, namun belum ada satupun proyek pemerintah di Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang dikerjakan.
Karena itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bartim Fristio mendorong realisasi pengerjaan fisik dilaksanakan secepat mungkin. Mengacu aturan yang ada, setidaknya triwulan pertama anggaran sudah terserap 20%
. Namun nyatanya tidak ada satupun kegiatan infrastruktur yang dikerjakan.
“Ironisnya, pemerintah bahkan belum menetapkan harga satuan,” kata Fristio, Selasa (29/3/2016).
Fristio mengajak pemerintah terus memacu kinerja dan berkaca dari pengalaman tahun 2015 lalu. Pada saat itu pemerintah mengembalikan kurang lebih Rp131 Milyar dalam bentuk SILPA akibat banyaknya kegiatan infrastruktur yang belum terlaksana.
Apabila belum ada pekerjaan fisik yang digiatkan hingga saat ini, pihaknya khawatir banyak kegiatan yang tidak terlaksana hingga penghujung tahun anggaran nanti. Kalaupun ada, sambung Fristio, nantinya pekerjaan tersebut terkesan tergesa-gesa dengan resiko kualitas program yang kurang optimal.
“Belum lagi apabila menemui kendala musim seperti di bulan Agustus, tentu pekerjaan fisik seperti pembangunan jalan dan drainase menjadi terhambat.”
Melihat status sebagai kabupaten pemekaran, Bartim membutuhkan pembiayaan untuk memacu pembangunan. Kalau dana pembangunan fisik yang dimiliki tidak dioptimalkan, hal itu dinilai sangat disayangkan dan merugikan masyarakat.
Untuk itulah, pihaknya mendorong satuan kerja berkoordinasi memacu realisasi penyerapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan.
Sehingga saat pembahasan anggaran perubahan bisa bisa berjalan optimal sebagaimana mestinya.
“Kalau triwulan pertama tidak ada kegiatan fisik, bagaimana pembahasan perubahan anggaran untuk bidang tersebut bisa berjalan baik,” tandasnya. (Tbs/B-5)


