MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Koperasi Pengembangan Bisnis (KPB) Parajakian Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara merupakan salah satu koperasi di Desa Lemo II yang mengembangkan usaha madu kelulut.

Dalam bahasa Dayak parajakian berarti memberi rejeki. Koperasi ini didirikan pada Agustus 2020. Didirikannya koperasi ini merupakan salah satu implementasi program dari CSR.

Ketua KPB Parajakian Desa Lemo II, Mahyudin, Rabu 21 Juni 2023 mengatakan, KPB Parajakian memiliki visi menjadi lembaga yang dikelola secara profesional dalam pengelolaan sumber masyarakat baik itu modal, pikiran atau ide, maupun tenaga demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

Peran koperasi disini hadir untuk memberi nilai tambah kepada anggota serta masyarakat sekitar terhadap potensi ekonomi yang mereka miliki, salah satunya madu kelulut.

Koperasi ini juga memberikan modal usaha berupa penyaluran 531 koloni lebah kelulut kepada 79 UKM yang berasal dari beberapa desa, tidak hanya penyaluran koloni lebah, KPB Parajakian juga melakukan pendampingan dengan cara monitoring untuk memantau perkembangan koloni madu kelulut setiap bulanya.

Mahyudin menjelaskan untuk membantu mengembangkan koloni lebah kelulut, KPB Parajakian juga mengadakan edukasi kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada UKM dan anggota terkait budidaya lebah kelulut. Setiap bulannya hasil panen dari UKM ditampung di KPB Parajakian yang kemudian akan diolah dan dipasarkan.

--page

Ia mengatakan pengembangan usaha dalam budidaya lebah trigona itama, berupa suplai sarang kepada anggota koperasi, pembelian hasil panen madu, pengolahan sampai pemasaran ke berbagai lini, termasuk membuka gerai di kota Muara Teweh, Bandara di Banjarmasin, dan Bandara di Palangka Raya dan di Pulau Jawa. (RAMADHANI/R)