KETUA LSM Transparent Corruption Watch (TCW) Kabupaten Katingan, Aprianto Nandau menyayangkan pernyataan Kepsek SMAN 1 Marikit, Hermedi yang mengatakan jika LSM di daerahnya diduga kerap memeras sejumlah kepala sekolah seperti yang diterbitkan Borneonews edisi Selasa (22/3/2016).
“LSM yang diduga kerap memeras sejumlah kepala sekolah itu tidak benar karena tidak mengatasnamakan oknum LSM,” tegas Aprianto Nandau yang datang ke Kantor PWI Katingan, Selasa (29/3/2016).
Pasalnya Kepsek Hermedi tidak menyebutkan atas nama LSM yang melakukan pemerasan itu. “LSM itu sangat banyak, yang perlu diketahui apa nama LSM itu. Sebab sebelum bertamu ke sekolah ada buku tamu yang harus diisi terkait identitas LSM itu,” katanya.
Dia mengaku jika memang ada oknum LSM yang melakukan pemerasan itu sudah jelas melanggar koridor tanggung jawab, dan batasan-batasan peran serta maupun melanggar dari KUHP.
“Tapi perlu diketahui juga dan perlu digaris bawahi apa sebab sehingga oknum LSM itu melakukan pemerasan ? tanyanya.
Dia menduga sejumlah LSM terutama di Marikit yang diduga melakukan pemerasan itu kemungkinan hanya oknum.
Aprianto menambahkan dengan adanya LSM yang melakukan pemantauan di pelosok terkait dana BOS, BSM, PD,BOS terutama di Marikit maupun diseluruh Katingan, itu sangat bagus karena sesuai visi misi Katingan sehat, cerdas dan terbuka.
“Dan keterbukaan informasi ini sudah jelas tertuang dalam UU No 14 Tahun 2008 dan masyarakat wajib tahu, apalagi LSM,” imbuhnya. (GP/B-6)


