BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan kondisi ekonomi Kalteng saat ini sudah mulai pulih pasca pandemi Covid-19.
"Memasuki tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan sekaligus harapan bagi perekonomian Indonesia dengan berbagai tekanan dan isu global yang terjadi pada tahun 2022, termasuk juga bagi Kalteng," kata Otto pada Kamis, 22 Juni 2023.
Meski demikian harus diakui pula tahun ini merupakan salah satu momentum dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional dimana pada tahun tersebut pandemi Covid-19 sudah mulai mereda sehingga roda perekonomian dapat berjalan.
"Percepatan tersebut tentunya tidak terlepas dari peran Lembaga Jasa Keuangan sebagai lembaga intermediasi," tuturnya.
Hal tersebut menurut Otto ditandai dari dengan kinerja Industri Jasa Keuangan yang bangkit dan bertumbuh di paruh triwulan I tahun 2023.
Seperti perkembangan pada sektor perbankan. Menurut Otto, pada industri Perbankan, kinerja Bank Umum baik konvensional dan syariah mengalami pertumbuhan yang tinggi.
"Aset Bank Umum di Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 14,30 persen menurut data kita tahun per tahun atau yoy," bebernya.
Sementara itu perkembangan sektor perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan yang tinggi.
"Pada industri Perbankan, kinerja Bank Umum baik konvensional dan syariah mengalami pertumbuhan yang tinggi, Aset Bank Umum di Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 14,30 persen yoy," kata Otto.
Dana pihak Ketiga atau DPK meningkat 2,89 persen dan Kredit sebesar 14,99 persen dengan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan sebesar 1,33 persen.
--page
"Kredit bank umum didominasi oleh sektor Kredit Investasi yang memiliki porsi sebesar 21,47 persen dengan 5 kredit sektor ekonomi terbesar adalah Pemilikan Alat Rumah Tangga, Pertanian, Perburuan dan Kehutanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Pemilikan Rumah Tinggal dan Industri Pengolahan," bebernya.
Sementara itu 5 kabupaten/kota penyaluran kredit terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah berada pada Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Utara.
"Penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi pada jenis usaha non UMKM sebanyak Rp27,95 triliun atau sebesar 65 persen dari total penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha," terang Otto. (TESTI PRISCILLA/R)









