KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - DPRD Gunung Mas mengingatkan pemerintah daerah bahwa masih ada infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah setempat yang masih rusak dan perlu diperbaiki.

"Ada beberapa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang masih belum tersentuh, salah satunya yakni di dapil I seperti ruas Kurun- Sepang," ujar juru bicara DPRD Gunung Mas Untung Jaya Bangas, Jumat, 23 Juni 2023.

Dia melanjutkan, bahwa di dapil I yakni di jalan daerah Tanjung Riu Kecamatan Kurun juga membutuhkan perhatian karena mengalami rusak parah akibat banjir. 

Kemudian di dapil II yakni penanganan jalan dari Desa Sei Antai menuju Desa Tumbang Tuwe di Kecamatan Rungan Hulu yang mengalami kerusakan parah.

Lalu penanganan jembatan Sei Rungan di Desa Sei Antai Kecamatan Rungan Hulu, penganan jalan dari Desa Tusang Raya menuju Desa Tumbang Bahanei di Kecamatan Rungan Barat, Penganan jalan dari RT 03Jangkang wilayah Desa Batu Puter menuju Desa Langgah di Kecamatan Rungan Barat.

--page

"Selain itu, di dapil III juga ada beberapa jalan yang perlu diperhatikan seperti di Kecamatan Tewah yakni di ruas jalan Kuala Kurun - Sarerangan - Tumbang Pajangei - Tewah dan Upon Batu - Sandung Tambun," jelas Untung.

Lalu di Kecamatan Kahayan Hulu Utara seperti di jalur Sungai Hamputung yaitu di Desa tumbang Tanjung - Tumbang Ponyoi - Tumbang Takaoi - Tumbang Korik.

Untuk Kecamatan Damang Batu yakni ruas jalan dari Kelurahan Marikoi - Desa Tumbang Anoi dan Desa Karetaui Serian - Desa Mahuroi.

Kemudian ada pula jalan di Kecamatan Miri Manasa yang pelru perhatian yakni jalan dari Kelurahan Napoi - Desa Tumbang Masukih - Harowu dan ke Desa Hatung.

"Selain itu ada pengerjaan jalan yang menggunakan kontrak multy years sampai saat ini masih belum selesai serta mutu dan kualitasnya dipertanyakan yakni di ruas Jalan Tumbang Miri - Tumbang Napoi," tukas Untung.

Perlunya memperhatikan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Gunung Mas kata Untung lantaran untuk kelancaran transportasi dan juga menjaga stabilisasi perekonomian masyarakat. (RISKA YULYANA/Y)