BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menutup sementara operasional pabrik PT Berkala Maju Bersama (BMB) estate Manuhing Kecamatan Manuhing.
"Kami dari pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui dinas terkait melakukan penghentian sementara operasional pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT BMB karena ada pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh mereka," ujar Jaya, Sabtu, 24 Juni 2023.
Dia melanjutkan, penutupan operasional pabrik tersebut dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan hingga pihak PT BMB bisa memenuhi kewajiban mereka terkait aturan lingkungan hidup.
"Penutupan ini dilakukan untuk waktu yang belum ditentukan, hingga PT BMB mendapatkan surat layak operasional dan mereka telah memenuhi kewajiban-kewajiban yang terkait aturan lingkungan hidup," papar Jaya.
"Selama itu tidak dipenuhi, pabrik tidak boleh beroperasi, jika pabrik tetap beroperasi namun belum memenuhi kewajibannya, maka sanksi terberatnya adalah izin pabrik pengolahan kalapa sawit akan kami cabut," imbuh Jaya.
--page
Penutupan pabrik kelapa sawit milik PT BMB tersebut terkait aturan-aturan yang berkaitan dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), di antaranya tidak memiliki persetujuan pembuangan air limbah dan tidak melakukan pemantauan kualitas air permukaan sungai.
Kemudian tidak memiliki layout IPAL, tidak memiliki water level indicator, tidak memiliki papan larangan di kawasan IPAL dan lainnya.
Penutupan tersebut bermula dengan adanya pengaduan oleh masyarakat kepada dinas terkait dari dugaan pencemaran air sungai Masien yang diakibatkan oleh pembuangan limbah pabrik.
Saat ini telah dipasnag papan larangan dan garis pejabat pengawas lingkungan hidup (PPLH) di area IPAL.
Sementara itu, pihak PT BMB yang diwakilkan oleh chief financial officer (CFO) PT BMB Thomson Siagian memberikan tanggapan atas penutupan pabrik pengolahan kelapa sawit PT BMB tersebut.
--page
"Kami tidak abai aturan, kebetulan PT BMB ini dengan manajemen yang baru dan masih recovery dan kami akan semaksimal mungkin untuk mempercepat perizinan tersebut," ujarnya.
Sehingga kata Thomson pabrik kelapa sawit milik PT BMB tersebut diharapkan bisa segera beroperasi kembali. (RISKA/J)









