BORNEONEWS, Murung Raya - Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya (Mura) agar meneliti dan mengkaji secara maksimal rencana lokasi pembangunan pasar baru.
Pembangunan Pasar Baru itu merupakan langkah yang diambil pemda pasca terbakarnya Pasar Pelita Hulu, baru-baru ini, kendati pembangunan masih belum bisa dipastikan kapan akan dimulai.
Sementara kini para pedagang sudah direlokasi ke beberapa pasar, seperti Pasar Bahitom maupun di Alun-alun Jorih Jerah, guna mengisi waktu supaya para pedagang bisa melaksanakan akvitasnya seperti biasa.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura Rejikinoor meminta Pemda Mura supaya lebih teliti dalam mengambil keputusan penentuan lokasi pembangunan Pasar yang baru sebagai pengganti Pasar Pelita Hulu.
"Seperti yang kita ketahui, bahwa Pemda tidak lagi membangun pasar di tempat asal Pasar Pelita Hulu yang terbakar dengan berbagai pertimbangan. Tentu dari itu juga kita minta supaya pemda jangan asal-asalan dalam memilih lokasinya. Jangan ditempat yang lokasinya jauh dari pemukiman," ungkap Rejikinoor ketika di temui di DPRD Mura, Rabu (30/3/2016).
Menurut Kinoi, sapaan Rejikinoor, Pasar bisa ramai itu ketika akses maupun jaraknya dekat dari pemukiman, sehingga sekarang ini tentu yang harus dipikirkan juga jangka yang ditempuh warga.
"Kalau jangka panjang tidak masalah di tempat yang jauh, tentu kita harus memikirkan juga jangka pendeknya untuk kalangan pedagang kita. Karena apapun juga mereka memikirkan supaya barang mereka itu cepat laku, ya tempatnya di tempat yang ramai," ujarnya.
Sehingga memang, lanjut Kinoi, dalam penentuan lokasi itu kurang pas jika berada jauh dari pemukiman, sehingga pemda harus mencari lokasi yang cocok untuk pasar.
"Kita tidak mendahului, tentu dalam membangun kita harus memikirkan aspek lain seperti jangka pendeknya juga. Menurut hemat kami diusahakan pasar itu letaknya tidak terlalu jauh dari pemukiman," ujarnya. (SUPRI ADI/m)


