BORNEONEWS, Buntok - Desa Janggi, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) bakal jadi sebagai desa wisata pemancingan. Letak geografis desa tersebut tepat berada ditengah-tengah pulau yang dikelilingi danau dan aliran sungai.


Kepala Desa (Kades) Janggi, Fadly, mengatakan rencana itu kepada awak media, di Buntok, Rabu (30/3).


Menurut Fadly, di sungai dan danau yang mengelilingi Desa Janggi banyak hidup berbagai macam jenis ikan air tawar, sungai, dan danau.   


"Kami sudah ada rencana menyulap desa kami itu untuk menjadi kawasan wisata pemancingan ikan berbasis ekonomi kerakyatan," ujarnya.


Seiring rencana itu,  Fadly mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Barsel melalui Dinas Perikanan dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, serta ke sejumlah instansi terkait lainnya guna pengkajian.


“Terobosan itu kita lakukan agar Desa Janggi ada geliat dan tidak terkesan mati suri. Mengapa saya katakan demikian? Mengingat desa Janggi potensi desanya sangat minim,” ucap Fadly.


Menyikapi kondisi itu pula, lanjut dia, pihaknya bersama perangkat Desa Janggi lainnya, bersepakat mensiasati bagaimana agar keberadaan desa yang berpenduduk 350 jiwa itu bisa memberi warna positif dalam pembangunan di Barito Selatan.


“Kita ketahui danau yang mengelilingi Desa Janggi memiliki berbagai macam jenis ikan air tawar, sungai dan danau. Kekayaan itulah nantinya yang akan menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi warga Barsel yang kita ketahui banyak hobi memancing ikan,” terangnya.


Harapan Fadly, nantinya peran instansi terkait menjadi lebih ‘sentral’. Dinas Perikanan mengelola dari sisi hasil sungai dan danau. Sementara Dinas Pariwisata mengelola dari sisi wisatanya.


“Bila ditinjau dari sisi ekonomi kerakyatan, warga Desa Janggi yang notabene petani rotan, nelayan dan pekebun itu, akan mendapat mata pencaharian tambahan. Misalnya membuka jasa sewa kelotok, jadi pedagang untuk melayani pengunjung, kalau diperlukan bisa jadi pemandu wisata,” katanya.(H LAILY MANSYUR/m)