BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolres Palangka Raya AKBP Jukiman Situmorang menyimpulkan bahwa sembilan tersangka, enam di antaranya diproses di Polsek Pahandut, merupakan komplotan pembobol berkategori profesional.


Ini dilihat dari rapinya proses pembobolan dan memiliki peran masing-masing. Mulai menyusun barang di dalam mobil, penunjuk arah sasaran dan mengangkat barang hasil curian ke dalam mobil, sopir mobil sambil mengawasi dalam mobil. Ada yang berperan mencongkel rolling door dan menggunting gembok dengan menggunakan gunting baja lalu masuk ke dalam toko ponsel dan memasukan ponsel ke dalam karung, mengantar mobil dari Pekalongan menuju Banjarmasin, mengepak barang dan mencari pembeli hingga sampai pada sang penadah.


"Kesimpulannya mereka profesional. Ini jaringan yang sudah kerap beraksi," ungkap Jukiman, Rabu (30/3/2016).


Di Kalteng komplotan itu pernah melancarkan aksi di tiga kota: Palangka Raya, Sukamara dan Kotawaringin Barat. Untuk di Palangka Raya baru dua TKP yang diakui komplotan tersebut yakni Toko Anugerah Komputer dan Toko Pelangi Phone. Hanya saja, di Toko Anugrah Komputer mereka gagal beraksi lantaran lebih dulu ketahuan penjaga malam. 


"Di wilayah Sukamara dan Kobar kami akan berkoordinasi dengan polres setempat,” kata Jukiman.


Selain di Kalteng, Jukiman juga menyebut jika komplotan itu pernah beraksi di wilayah Polda Kalimantan Selatan. 


"Bisa juga mereka pernah melakukan di Pulau Jawa. Nanti akan kita mintai keterangan lebih detail lagi,” katanya.


Menurut Kapolres, dalam aksi mereka, semua barang curian yang didapat langsung dikirim ke daerah Kabupaten Kendal dan diterima oleh sang penadah bernama Mahmudi, alias Mahmud, 34, warga Dukuh Piliran, Desa Proto Mulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.


"Penadahnya sendiri di sana menjual aksesoris HP. Jadi HP yang ia terima, dijual lagi. Kira-kira dia sudah delapan bulan melakukan pekerjaan ini," tuntas Kapolres sembari mengimbau kepada masyarakat agar setiap toko harus mempertebal kunci dan memasang CCTV di setiap titik. (BUDI YULIANTO/m)