BORNEONEWS, Sampit - Massa yang tergabung dalam Presidium Peduli Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang kurang respon terhadap aksi yang mereka sampaikan di Gedung DPRD Kotim. Mereka lalu menjemput paksa Sekretaris Daerah Putu Sudarsana.


Ketidakhadiran perwakilan pemda membuat audiensi molor hingga sekitar dua jam lebih. Tidak puas dengan sikap pemerintah daerah yang tidak hadir setelah mereka menunggu lama, akhirnya perwakilan  massa menjemput paksa perwakilam pemda.


Massa mencari para pejabat terkait di kantor pemda, namun tidak ada satupun pejabat. Setelah pencarian perwakilan pemda itu akhirnya Sekretaris Daerah Putu Sudarsana muncul dan langsung digiring massa untuk menghadiri audiensi krisis listrik di Gedung DPRD Kotim itu.


"Tadi kami persiapan kedatangan Pangdam ke Sampit makanya agak telat," kata Putu di hadapan massa yang menjemput dirinya, Rabu (30/3/2016).


Para pendemo menyampaikan bahwa masalah listrik di Kotim sudah menjadi masalah bersama. Jika dipantau di media sosial sudah menjadi tranding topic.


"Ibu-iubu rumah tangga menjerit, mereka yang menjual kerupuk juga sangat terkena imbasnya. Belum lagi soal kamtibmas yakni pencurian sepeda motor akibat gelapnya Sampit karena listrik mati," kata koordinator Presidium Peduli Kotim, Suhartono Firdaus di Gedung DPRD Kotim.


Selain itu, akibat krisis listrik ini nyawa pun jadi taruhannya seperti yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Saat penanganan persalinan, listrik mati.


"Ini sangat membahayakan, musibah kebakaran ini juga tidak lepas dari pemadaman listrik," lanjutnya. (RAFIUDIN/m)