KALIMANTAN Tengah memiliki persepsi diri sebagai daerah yangberada di pedalaman. Hal ini merupakan persepsiyang direfleksikan dari ibukota provinsi, yaitu Palangka Raya.
Sudah pasti, persepsi sepertiini keliru. Karena Kalimantan Tengahmemiliki garis pantai yang tak kalah strategisnyadibanding provinsi lain. Sejatinya sangat masuk akal jika Kalimantan Tengahjuga menguasai akses maritim dan memiliki pelabuhan laut yang bisa diandalkan.
Denganpelabuhan laut yang kuat, maka provinsi ini bakal dengan mudah mengejarketertinggalan dalam pembangunan segala bidang. Perekonomian bakal laju, melesat ke depan.
Rancangan para pemimpin diKalimantan Tengah untuk membangun pelabuhan laut, patut dicatat. Pemerintah Daerah Kapuas, misalnya merancangpelabuhan kelas nasional, Batanjung. Demikin pula Pemkab Seruyan, membangunpelabuhan yang diharapkan bisa memacu pembangunan daerah tertinggal itu. Yaitu dengan membangun Pelabuhan Segintung.
Pemerintah Provinsi juga takkalah ambisius, yaitu membangun apa yang disebut sebagai Pelabuhan ‘Ro-ro’ diPangkalan Bun. Pelabuhan ‘Ro-ro’ ini akan melayari jalur khusus,Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah) dengan Kendal (Jawa Tengah).
Yang menarik dicatat,Pelabuhan ‘Ro-ro’ ini dibangun persis di antara Pelabuhan kapal penumpang di Kumai dan pelabuhan peti kemas diBumiharjo.
Kenyataan yang kita hadapisaat ini adalah, pelabuhan-pelabuhan tadi tak kunjung rampung. Rampung sajabelum, apalagi dimanfaatkan.
Anggota DPRD Kalteng Hj NoorFazarian Kamayanti mengusik lelap kita dengan mengingatkan agar PelabuhanBatanjung segera difungsikan. “Untuk kegitan perdagangan, usaha perikanan danangkutan manusia,” katanya.
Pararel dengan harapan atasPelabuhan Batanjung, kita juga berharap Pelabuhan Segintung segera menjadi pembangkit urat nadi ekonomi.
Sekali lagi, kenyataan yangkita hadapi selama ini adalah, pelabuhan-pelabuhan tadi sudah terlalu lamamenjadi legenda. Nasibnya merana alias mangkrak.
Tentu sangat mudah mereka-rekamimpi. Tentu sangat mudah merangkai cita-cita. Tetapi, mari bertanya, bagaimanamenghidupkan urat nadi perekonomian daerah. Ambil contoh, bagi Seruyan, kira-kirakomoditi apa yang akan diperdagangkan melalui pelabuhan Segintung. Matadagangan apa pula yang akan dilayarkan melalui Pelabuhan Batanjung. Bagi Kotawaringin Barat, harus bekerja keras, apasaja produk yang akan digelontorkan ke Jawa melalui Pelabuhan ‘Ro-ro’.








