KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Anggota DPRD Gunung Mas, Evandi memberikan tanggapan terkait capaian kinerja pembangunan pemerintah setempat.

"Terkait capaian kinerja pembangunan, setiap periode kepemimpinan kepala daerah pasti ada capaian yang diraih, namun kekurangannya pun ada," ujar Evandi, Senin, 26 Juni 2023.

Dia melanjutkan bahwa, pihaknya tidak bisa menuntut banyak terkait capaian kinerja pembangunan karena tiga tahun terakhir ini, dunia sedang dihantam pandemi Covid-19.

"Sudah tiga tahun anggaran kita diserap untuk penanganan Covid-19, untuk membeli hand sanitizer, masker dan lainnya, baru satu tahun ini kita bisa mulai kembali," paparnya.

Politisi Partai NasDem itu mengajak semua pihak untuk bersama-sama memaksimalkan capaian yang sudah baik dan memperbaiki kekurangan pembangunan.

Dia juga memberikan saran kepada kepala daerah Gunung Mas selanjutnya untuk bisa lebih memfokuskan anggaran dalam membangun daerah di setiap daerah pemilihan (dapil).

--page

"Kekurangan capaian kinerja pembangunan Gunung Mas mungkin bisa diperbaiki oleh kepala daerah selanjutnya karena kepemimpinam Bupati Jaya ini akan segera berakhir, saya kira waktu itu terlalu mepet," katanya. 

"Siapa pun Bupati periode yang akan datang, saran saya kepala daerah harus  berani memfokuskan pembangunan, misalnya, tahun pertama dapil III difokuskan untuk perbaikan jalan, sehingga di dapil II dan I tidak perlu anggaran pembuatan jalan baru namun difokuskan di bidang lain, apakah anggaran untuk pendidikan atau kesehatan, kemudian tahun berikutnya bergantian," imbuh Evandi panjang lebar.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menyampaikan sejumlah capaian kinerja pembangunan pemkab setempat dalam rapat paripurna, Selasa, 20 Juni 2023.

Capaian pertama yakni, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 yakni 5,09 persen dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 6,47 persen. Kemudian tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2021 sebesar 3,11 persen dan pada tahun 2022 menjadi 2,96 persen.

Lalu indeks gini ratio Kabupaten Gunung Mas tahun 2021 yakni 0,31 dan di tahun 2022 menjadi 0,26. Selain itu, meningkagnya jaringan telekomunikasi di Kabupaten Gunung Mas, pada tahun 2019 jumlah desa yang masih blankspot sebanyak 66 desa dan pada tahun 2023 ini tersisa 17 desa yang masih blankspot.

Rasio elektrifikasi pada tahun 2021 sebesar 76,97 dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 92,20 persen jaringan listrik yang masuk ke seluruh wilayah Kabupaten Gunung Mas.

"Capaian pembangunan jalan Kabupaten Gunung mas pada tahun 2019 panjang jalan beraspal yakni 226,232 kilometer dan pada tahun 2022 panjang jalan aspal menjadi 252,771 kilometer," jelas Jaya. (RISKA YULYANA/Y)