BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau mencatat lebih dari 85 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah setempat sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Beberapa di antara mereka bahkan banyak yang menutup usahanya baik untuk sementara maupun secara permanen.
“Saat ini kami tengah fokus untuk mengembalikan gairah pelaku UMKM dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, yakni dengan memberikan bantuan modal dan pelatihan,” kata Bupati Lamandau, Hendra Lesmana di Nanga Bulik, Senin, 26 Juni 2023.
Dijelaskan Bupati, pandemi Covid-19 berdampak besar bagi pelaku UMKM di Kabupaten Lamandau. Kebanyakan dari mereka kesulitan untuk menjual produknya, mencari pasar, atau bahkan kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Alhasil, banyak UMKM yang harus gulung tikar.
“Sektor yang paling terdampak adalah sektor kuliner, jasa dan busana,” ujarnya.
Mengatasi permasalahan tersebut, ujar Hendra, pihaknya sudah meminta instansi terkait, mulai dari dinas perdagangan, industri, dan perbankan untuk bersama-sama memacu pergerakan UMKM, sejak kehidupan normal baru (New Normal) mulai diterapkan. Bantuan yang dimaksud adalah dari sisi permodalan, pelatihan, pengemasan, dan pemasaran.
--page
Dari sisi permodalan, ungkap Hendra, pihaknya telah menggelontorkan hibah permodalan bagi 1.200 lebih pelaku UMKM yang disalurkan secara bertahap. Selain itu juga meminta pihak perbankan memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), tujuannya untuk mendorong para UMKM agar kembali bangkit dari keterpurukan.
“Kita kombinasikan hibah permodalan bagi UMKM dengan bantuan pusat berupa bantuan langsung tunai (BLT). Untuk mempercepat akselerasi perekonomian, kita juga minta perbankan permudah UMKM untuk mengakses KUR,” bebernya.
Di sisi lain, lanjut Bupati, pihaknya juga terus berupaya untuk memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan kewirausahaan, pelatihan pengemasan hingga membantu para UMKM untuk memasarkan produknya, termasuk dengan cara daring dan luring.
“Dengan pengemasan yang baik diharapkan produk mereka lebih menarik sehingga penjualan pun meningkat. Kami juga meminta mereka menjual produknya secara daring melalui marketplace. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan UMKM bisa kembali bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya.
(HENDI NURFALAH/Y)









