BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kotawaringin Barat terpilih menjadi perpustakaan pertama di Kalimantan Tengah yang mendapatkan program Kampung Usaha Kecil menengah (UKM) Digital.


Kepala KPAD Kobar Safwan Rabu (30/3/2016) usai peresmian Kampung UKM Digital Marunting Batu Aji di kantor KPAD Kobar menjelaskan, di Indonesia hanya ada empat perpustakaan yang terpilih mengikuti proogram yang digagas PT Telkom tersebut. 


"Memamg terdapat puluhan kampung UKM digital yang tersebar di seluruh Indonesia. tetapi untuk yang berbasis perpustakaan hanya ada empat yaitu Kabupaten Lombok Timur,Kabupaten Kebumen, Kotamadya Batam, dan Kabupaten Kobar," jelasnya.


Menurutnya, KPAD Kobar terpilih menjadi bagian dari kampung UKM digital karena selama ini KPAD Kobar menjadikan komunitas UMKM di Kobar sebagai mitra. 


"Walau dengan pendanaan minim, alhamdulillah selama ini mereka bisa memasarkan berbagai produk. Nah, apalagi dibantu dengan program Kampung UKM Digital, diharapkan mereka bisa lebih luas lagi memasarkan berbagai produk andalannya," jelas Safwan.


Karena, lanjutnya, selama ini komunitas UMKM yang bernaung di KPAD Kobar telah berhasil memasarkan produk seperti kerajinan, makanan dan minuman ringan dalam kegiatan Car Free Day. 


"Bila produk tersebut ditawarkan melalui internet. apa tidak semakin memperluas pasar. Artinya secara otomatis semakin menambah pendapatan para pengusaha UKM tersebut," jelasnya.


Selain itu, lanjut Safwan, dengan dibangunnya kampung UKM Digital di KPAD, para pengusaha kecil yang selama ini masih "gagap teknologi" atau gaptek bisa menambah pengetahuannya untuk menggunakan teknologi IT guna meningkatkan kuantitas pemasaran produknya. 


"Diharapkan masyarakat atau pengusaha kecil yang masih belum menguasai strategi penjualan produk melalui internet, bisa memanfaatkan kampung UKM Digital di KPAD ini untuk saling berdiskusi dan belajar," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/m)